Wakatobi Dikembangkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Wakatobi Dikembangkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

FAJAR.CO.ID, WAKATOBI – Wakatobi bakal disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang fokus kepada pariwisata berbasis kelautan alias pariwisata bahari. ‎Hal itu disampaikan Deputi IV Bidang Koordinasi sumber daya manusia (SDM), IPTEK dan Budaya maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya Syafri Burhanudin saat acara rembug masyarakat Bajo “Suku Bajo Pelopor Lingkungan” di Kota Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Rabu (21/10)‎.

Syafri menegaskan daerah yang terletak di Sulawesi Tenggara itu layak menjadi KEK karena potensi pengembangan pariwisata bahari masih sangat terbuka lebar. Ditambah lagi tahun ini Wakatobi menjadi salah satu dari sepuluh destinasi wisata utama yang menjadi prioritas pembangunan wisata oleh pemerintah.

“Faktor utama yang membuat Wakatobi bisa menjadi KEK pariwisata bahari adalah sejumlah indikator ekosistem laut yang setara dengan lokasi wisata bahari kelas dunia,” kata Syafri.

Indikator-indikator itu, papar Safri, antara lain soal kejernihan, temperature air (aman menyelam setiap hari), variasi ikan dan variasi biota atau keragaman koral atau terumbu karang. “Ketika indikator itu disusun, hanya ada dua tempat yang bisa menyamai keindahan Wakatobi, yaitu Banda dan Takabonerate. Sekarang, mungkin Raja Ampat masuk,” ujar Syafri.

‎Namun demikian, dia meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk berbenah. Pasalnya, Safri menyampaikan beberapa persoalan seperti kapabilitas sumber daya manusia (SDM) yang masih dinilai perlu ditingkatkan.  Selain itu, Syafri juga mengatakan akamn menguatkan system pariwisata di Wakatobi sekaligus infrastruktur didalamnya seperti membangun jalan dan dermaga.

“Nanti bisa melalui peraturan pemerintah (PP). target kita 2016 bisa terwujud,” pungkas Syafri.‎

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Wakatobi Sudjiton menuturkan pihaknya akan mengejar label KEK demi mendorong ekonomi daerah. Menurut Sudjiton, masyarakatnya memiliki banyak keunggulan yakni keahlian menjaga keberlangsungan keindahan ekosistem dan memahami lautan, sehingga akan memudahkan wisatawan menjelajahi tempat-tempat wisata laut di Wakatobi.

Sudjito menambahkan budaya nenek moyang suku Bajo misalnya, sejak sebelum merdeka, ilmu tentang kelautan dan astronomi sudah diwariskan berturut-turut. Selain itu, masyarkat Wakatobi khususnya Bajo juga diajarkan agar tidak rakus mengambil kekayaan laut termasuk ikan di laut Wakatobi. “Laut bagi orang Bajo adalah saudara. Jadi Wakatobi kedepan bisa dilestarikan sampai generasi selanjutnya,” demikian Sutidjo‎. (dem/rmol)

loading...
Click to comment
To Top