AIS Perbanyak Sekolah Berbasis Keagamaan dan Beasiswa S1 hingga S3 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

AIS Perbanyak Sekolah Berbasis Keagamaan dan Beasiswa S1 hingga S3

FAJAR.CO.ID, BARRU—Pasca-memperkenalkan program di bidang kesehatan dan penanggulangan bencana, pasangan calon bupati dan wakil bupati Barru nomor urut 3 Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) kembali memunculkan program di bidang pendidikan.

Sesuai visi-misinya, pasangan yang dikenal sopan dalam berbicara itu, mengurai beberapa program pendidikannya. Diantaranya, memperbanyak sekolah umum yang berbasis pesantren, terutama di tingkat SMA atau SMK.

Di sekolah yang nantinya mempelajari pengetahuan keagamaan, diberikan tambahan waktu pelajaran bagi siswa yang ingin belajar atau memperdalam pengetahuan keagamaan.

Modelnya, pagi hingga siang, para siswa tetap belajar pengetahuan umum. Sementara di sore hari, siswa yang ingin belajar keagamaan disiapkan tenaga pengajar khusus, termasuk fasilitas asrama. Sehingga, para siswa bisa leluasa belajar agama, baik hafids Al-Quran, maupun pengetahuan keagamaan lainnya.

“Jadi modelnya jika sore sampai isya, hampir sama dengan pesantren, karena disitu siswa yang ingin belajar keagamaan akan diajarkan berbagai pengetahuan keagamaan. Mereka juga bisa nginap, karena ada asrama disiapkan,” terang Idris Syukur, Jumat (23/10).

[NEXT-FAJAR]
Menurut Idris, terobosan di bidang pendidikan itu dianggap sangat penting, karena sejalan visi-misi Barru yang pembangunannya harus bernafaskan keagamaan. Olehnya itu, generasi muda patut memahami pengetahuan keagamaan.

Di samping SMK/SMA berbasis pesantren, sekolah-sekolah keagamaan yang sudah ada, juga akan terus mendapat perhatian pemerintah. Mengingat, Barru banyak dikenal sebagai salah satu kota santri, karena memiliki pondok pesantren terbesar di Sulsel.

Tak hanya itu, putra-putri Barru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, pemerintah akan menyiapkan beasiswa, sepanjang mereka memenuhi syarat. Bahkan, pemerintah siap menanggung semua biaya jika ada yang mampu menghafal juz Al-Quran.

Bagi tamatan SMA/Aliyah yang mampu menghafal Al-Quran 30 juz, maka akan dibiayai hingga S3 atau program doktoral di fakultas apapun yang mereka ingin tempati. Begitu juga jika mampu menghafal 20 juz, maka kuliahnya ditanggung hingga selesai S2 atau program magister.

“Bagi anak-anak kita yang mampu menghafal Al-Quran 10 juz, kita biayai hingga S1. Sejak jadi bupati, saya sudah bicarakan itu dan sisa realisasikan jika nantinya terpilih,” tambah Idris yang selangkah lagi akan menyandang gelar doktor pembangunan di Universitas Brawijaya, Malang.

Selain itu, bantuan beasiswa ke masyarakat tidak mampu akan terus dikawal, termasuk proses penentuannya. Begitu pun, pendidikan gratis SD sampai SMA yang sedang dijalankan pemerintah, patut ditingkatkan terus.

Khusus tenaga pendidik, Idris-Suardi akan memperhatikan tingkat kesejahteraaan, termasuk pemberian sertifikasi. Di samping itu, mutu dan kualitas tenaga pengajar patut ditingkatkan dan diasa lagi, agar proses belajar-mengajar benar-benar berjalan maksimal.

Untuk infrastruktur, Idris di masa menjadi bupati, sudah mencanangkan dan membangun beberapa sekolah, serta tempat pertemuan yang bisa menampung jika ada kegiatan yang melibatkan banyak guru atau tenaga pendidik.

Tak hanya itu, di era Idris, pemerintah juga sudah membuat dan memberdayakan lokasi perkemahan di salah satu wilayah di Barru yang bisa menampung hingga ribuan siswa ketika menggelar kegiatan ekstra kurikuler, seperti pramuka atau PMI. (rilis)

loading...
Click to comment
To Top