Kabut Asap Telan Korban Lagi, Kali Ini Nyawa Bayi 3 Bulan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Kabut Asap Telan Korban Lagi, Kali Ini Nyawa Bayi 3 Bulan

FAJAR.CO.ID, PADANG – Salsabila Nadifa, bayi tiga bulan asal Nagari Tarung-tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, tak bisa tertolong di RSUD Lubuksikaping, Kamis (22/10) sore. Kata dokter, Salsabilah meninggal akibat tak kuat menahan pengapnya kabut asap.

Sekujur tubuh mungil Salsa-panggilan Salsabila, terlihat membiru. Tangis Asmarani (23), ibu sang bayi pun memilu. Meski begitu Asmarani seakan tak percaya kalau buah hatinya yang ditutup dengan kain batik, telah tiada.

Berkali-kali Asmarani memanggil nama anaknya. Mencoba menggoyang jasad di gendongan. Harapannya, sang anak hanya kritis atau tertidur, sehingga bisa bangun lagi. Tapi, semua itu sia-sia. Salsa tak lagi bangun.

“Sejak lahir kondisi anak saya sehat-sehat saja. Namun, pagi sebelum ia meninggal dia saya bawa bermain ke luar rumah, di saat kabut asap begitu pekat,” ujar Asmarani terbata-bata saat ditemui Posmetro Padang (Fajar Group).

Dokter RSUD Lubuksikaping sebenarnya sudah berusaha menyelamatkan. Mencoba segala cara agar sang anak bisa bertahan dan hidup normal. Tapi, harapan tim medis tak sesuai kenyataan.

Keterangan dr Khairunnisa, dokter yang menangani Salsa mengatakan, ada masalah di paru-paru pada bayi itu. Dari ciri-ciri ditemukan ada indikasi korban meninggal akibat asap.

Menurutnya, begitu tiba di RSUD, badan Salsa sudah membiru yang mengindikasikan ada gejala paru-paru dan badan lemas. Denyut jantung empat puluh per menit, kondisi bayi sudah kritis. “Kita menangani bayi sekitar 10 menit, dan nyawanya tak tertolong lagi pada pukul 16.00 WIB,” terang dr Khairunnisa yang ikut serta meneteskan air mata. (y/hsn/JPG)

loading...
Click to comment
To Top