Lima Murid SD Kelas 3 di Baubau Terlibat Pelecehan Seksual – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Lima Murid SD Kelas 3 di Baubau Terlibat Pelecehan Seksual

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan perilaku yang tak seharusnya dilakukan oleh anak kelas 3 SD. Lima orang anak SD Negeri di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini terlibat pelecehan seksual terhadap murid perempuan yang tak lain teman sekelas mereka sendiri.

Kejadian tersebut terbongkar ketika lima pelaku ini melakukan aksinya didalam kelas, Kamis (22/10) pagi. Aksi para bocah-bocah ini diketahui oleh guru mereka tengah memegang (maaf) kelamin, payudara, memeluk serta mencium korban dengan cara paksa. Guru tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah untuk ditindaklanjuti.

Mengingat ini adalah masalah serius, Kepala Sekolah di salah satu SD Negeri di Baubau, Samruddin ini pun langsung memanggil pelaku dan korban untuk diberikan nasehat atas perbuatan yang dilakukan pelaku tidak pantas.

“Kronologisnya saya tidak tau persis, tapi waktu itu gurunya melapor ada kejadian (pelecehan). Saya panggil baik pelaku maupun korban dan berikan nasehat dan bertanya kenapa bias sampai terjadi,” kata Samruddin melalui sambungan telepon, Jum’at (23/10).

Setelah itu, Samruddin meminta kepada guru untuk memanggil orang tua pelaku untuk membicarakan masalah ini disekolah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kejadian ini bukan masalah kecil.

“Untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kemarin (Kamis, 22/10) saya panggil dulu orang tua pelaku dan memberikan penjelasan bahwa anaknya telah melakukan kesalahan. Kenapa kemarin hanya memanggil orang tua pelaku, karena secara psikologis saya tidak berani menanggun resiko kalau orang tua pelaku dan orang tua korban bertemu. Jadi, rencananya hari ini (Jum’at, 23/10) baru saya akan panggil orang tua korban,” jelasnya.

Pihaknya mengaku selama ini sudah melakukan pemantauan dengan baik kepada anak didik mereka. Olehnya itu, Samruddin berharap orang tua juga dirumah dapat memberikan perhatian khusus kepada anak-anak mereka. “Kami pihak sekolah sudah berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik buat anak-anak. Kami juga berharap orang tua dapat memantau acara televise yang ditonton anak-anak ketika berada dirumah,” pintanya.

[NEXT-FAJAR]

Akibat kejadian ini, dua orang tua murid yang menjadi korban telah melapor ke Polsek Murhum. Kanit Reskrim Asruddin yang menangani kasus tersebut menjelaskan saat ini pihaknya telah meminta keterangan dua orang anak yang menjadi korban setelah sebelumnya sudah menghubungi pihak sekolah atas kejadian ini.

“Untuk kasus ini kami akan coba melakukan mediasi karena korban dan pelaku masih dibawah umur,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu korban melalui orang tuanya mengaku yang menjadi korban dalam kejadian ini bukan hanya empat orang, melainkan lebih. Dan kejadian ini sudah sering terjadi. Bahkan, para pelaku sempat mengancam korban untuk tidak melaporkan apa yang mereka lakukan terhadap para korban.

[baca juga: Murid Pelaku Pelecehan Bakal Disanksi]

“Sudah sering katanya. Malah anak ku sama teman-temannya pernah diancam supaya tidak boleh melapor,” jelasnya.

Atas kejadian ini, orang tua korban sepakat untuk meminta kepada pihak sekolah untuk segera keluarkan para pelaku dari sekolah. Pasalnya, apa yang sudah dilakukan sudah sangat fatal. “Sudah pasti kami minta agar mereka (pelakunya) dikeluarkan dari sekolah. Bila perlu dilakukan rehabilitasi agar tidak terulang lagi dan muncul korban-korban berikutnya,” tutupnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top