Bulukumba, Krisis Air Terparah Terjadi di Delapan Desa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Bulukumba, Krisis Air Terparah Terjadi di Delapan Desa

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Dampak kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bulukumba. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, kondisi terparah terjadi di delapan desa dan kelurahan di tujuh kecamatan.

Kepala BPBD Bulukumba, Akrim Andi Amir, mengatakan, krisis air bersih awalnya hanya terjadi di beberapa lokasi saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu kekurangan air terjadi hampir di semua kecamatan.

Dia menguraikan, kekeringan awalnya dirasakan masyarakat di Desa Benteng Malewang (Kindang), kemudian Bontomasila (Gantarang), menyusul Bajiminasa (Rilau Ale). Kemudian Selanjutnya di Caramming (Bontotiro), Seppang (Ujungloe), dan Borong (Herlang). Sedangkan di Kecamatan Ujung Bulu dua titik, yakni di Kelurahan Ela-ela dan Bentenge.

“Kalau yang tidak kena itu hanya di daerah Kajang, Bulukumpa dan Bontobahari,” katanya, Sabtu 24 Oktober.

Kondisi tersebut, lanjut Akrim berdasarkan pemantauan BPBD dan laporan pemerintah setempat masing-maisin. Untuk itu memenuhi kebutuhan air masyarakat, pihaknya menyuplai air ke lokasi tersebut. Dalam sehari air yang disalurkan mencapai 10.000 liter atau 10 kubik dengan menggunakan dua unit mobil tangki milik Pemadam Kebakaran yang diambil dari sumber air di Bontonyeleng (Gantarang) dan Lotong-lotong (Kajang).

“Kalau di kota itu baru kali ini krisis air bersih, sumber air dari Sungai Bialo sudah kering. Kemungkinan masih ada lokasi kekeringan, tapi kalau ada laporn pemerintah setempat kita akan upayakan penyaluran,” ujarnya. (Mustaqim Musma)

loading...
Click to comment
Makassar

Bulukumba, Krisis Air Terparah Terjadi di Delapan Desa

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Dampak kemarau panjang menyebabkan krisis air bersih di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bulukumba. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, kondisi terparah terjadi di delapan desa dan kelurahan di tujuh kecamatan.

Kepala BPBD Bulukumba, Akrim Andi Amir, mengatakan, krisis air bersih awalnya hanya terjadi di beberapa lokasi saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu kekurangan air terjadi hampir di semua kecamatan.

Dia menguraikan, kekeringan awalnya dirasakan masyarakat di Desa Benteng Malewang (Kindang), kemudian Bontomasila (Gantarang), menyusul Bajiminasa (Rilau Ale). Kemudian Selanjutnya di Caramming (Bontotiro), Seppang (Ujungloe), dan Borong (Herlang). Sedangkan di Kecamatan Ujung Bulu dua titik, yakni di Kelurahan Ela-ela dan Bentenge.

“Kalau yang tidak kena itu hanya di daerah Kajang, Bulukumpa dan Bontobahari,” katanya, Sabtu 24 Oktober.

Kondisi tersebut, lanjut Akrim berdasarkan pemantauan BPBD dan laporan pemerintah setempat masing-maisin. Untuk itu memenuhi kebutuhan air masyarakat, pihaknya menyuplai air ke lokasi tersebut. Dalam sehari air yang disalurkan mencapai 10.000 liter atau 10 kubik dengan menggunakan dua unit mobil tangki milik Pemadam Kebakaran yang diambil dari sumber air di Bontonyeleng (Gantarang) dan Lotong-lotong (Kajang).

“Kalau di kota itu baru kali ini krisis air bersih, sumber air dari Sungai Bialo sudah kering. Kemungkinan masih ada lokasi kekeringan, tapi kalau ada laporn pemerintah setempat kita akan upayakan penyaluran,” ujarnya. (Mustaqim Musma)

loading...
Click to comment
To Top