Soal Mahar, Kader dan Pengurus Nasdem Beda Tafsir – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Soal Mahar, Kader dan Pengurus Nasdem Beda Tafsir

MAROS, FAJAR.CO.ID — Sekertaris Nasdem Maros, Syaharuddin menyangkal telah meminta sejumlah uang pada pembentukan pengurus DPD Nasdem. Dirinya menyebut tudingan salah satu kader Nasdem, Syukri sebagai hal yang mengada-ada.

“Kalimat ada mahar itu, sebenarnya multi tafsir. Itu bahasa penolakan secara halus kepada Syukri yang memang punya catatan buruk pernah dipecat dari KPU sehingga tidak dipilih sebagai pengurus,” bebernya.
Menurutnya, sejak mantan Wabup Maros Harmil Matotorang menjadi ketua umum Nasdem, banyak yang ingin bergabung pada partai dengan slogan ‘Restorasi Indonesia’ itu. “Sehingga kita harus sangat selektif, menilik latar belakang dan track recordnya,’ katanya.
Sebelumnya, Syukri mengaku dimintai sejumlah uang jika ingin masuk menjadi pengurus. Uang yang disebut ‘mahar’ itu mesti dibayarkan pada petinggi Nasdem sebelum SK reshuffle kepengurusan dirilis. Namanya terpental dari kepengurusan setelah permintaan mahar tersebut dia tolak.
“Sekretaris Nasdem Maros memang sempai menyinggung soaal mahar, saya kira hanya bercanda. Ternyata setelah SK keluar dan saya tidak bayar maharnya akhirnya nama saya tercoret,” katanya.
Syukri sendiri mengklaim memiliki rekaman pembicaraan, yang diakuinya percakapan dengan Sekertaris Nasdem, Syaharuddin. Pada rekaman berdurasi sekitar 41 menit itu, Syaharuddin berulang kali menyebut ‘ada maharnya,’. kata Syaharuddin dalam rekaman itu.
Syukri menyebut bakal mempertanyakan hal tersebut ke DPW dan DPP. Karena setahunya mendapat rekomendasi calon kepala daerah saja itu tidak pakai mahar. “Lho ini kok pengurus saja dimintai mahar oleh sekertaris partai, kan lucu juga,” katanya.
Wakil Ketua Bidang HAM dan Advokasi Nasdem Maros, Hasan juga membantah isi rekaman tersebut. Dirinya mengelak jika Partai Nasdem meminta mahar kepada calon pengurus yang akan bergabung di nasdem. “Ah tidak ada itu, masa mau masuk di nasdem pakai mahar sedangkan memberi rekomendasi ke pasangan calon saja gratis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan menekankan jika benar ada salah satu pengurus yang meminta mahar maka ia akan menindaklanjuti di internal partai. “Kalau betul ada yang meminta, siapapun itu maka kita akan menindaklanjuti di internal partai, dan ini masalah serius, jangan berani main-main sama konstitusi partai,” tegasnya.
Reshuffle kepengurusan Nasdem Maros memang tengah berlangsung, usai pergantian Ketua Umum. Pucuk pimpinan Nasdem Maros saat ini dijabat Harmil Matotorang, calon wakil Bupati Maros pada Pilkada 2015. (ris)
loading...
Click to comment
To Top