Papua Bajak 2 Petinju Sulsel di Pra PON XIX – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Papua Bajak 2 Petinju Sulsel di Pra PON XIX

FAJAR.CO.ID, AMBON – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel memprotes keras Pengurus Pusat (PP) Pertina.

Protes itu dilakukan melalui manager meeting pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Basement Lapangan Merdeka Ambon, Maluku, Sabtu (24/10) dan penimbangan umum petinju, Minggu 25 Oktober.

Alasannya ada dua petinju yang tercatat sebagai atlet Sulsel memperkuat Pra PON Papua. Keduanya merupakan petinju bersaudara Erico Amanupunyo dan Andre Amanupunyo, anak pengurus PP Pertina, John Amanupunyo.

Manajer Tim Pra PON Tinju 2015, Muh Takbir Akbar mengatakan, kedua petinju itu masih tercatat sebagai petinju Pertina Sulsel sehingga tidak sah memperkuat tim Pra PON Tinju Papua.

[NEXT-FAJAR]

“Kepindahan kedua petinju itu tidak melalui prosedur. Bahkan keduanya masih tercatat sebagai petinju Sulsel. Sebelumnya kami sudah menyurat secara resmi ke PP Pertina kalau mutasi keduanya belum resmi dan tanpa persetujuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel,” ujarnya.

Takbir mengatakan, proses kepindahan kedua petinju itu melanggar aturan mutasi KONI Pusat No 56 tahun 2010. “Di mana dalam aturan itu sangat jelas mutasi atlet harus mendapatkan izin dari pengprov organisasi tempatnya bernaung dan ditembuskan ke KONI daerah.

Jika proses mutasi itu tidak melalui mekanisme, maka atlet tersebut tidak boleh ikut bertanding. Saya kira aturan itu sudah sangat jelas,” tegasnya.

Parahnya kata Takbir, Erico Amanupunyo merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel. Erico jelas melakukan pelanggaran berat karena diterima sebagai PNS atas prestasinya di bidang olahraga tinju.

[NEXT-FAJAR]

Takbir menilai, atas kejadian ini telah menunjukkan adanya mafia tinju yang bermain dan menggerogoti PP Pertina. “Ini jelas permainan mafia di PP Pertina, karena Ketua PP Pertina Pak Reza Ali melakukan pembiaran.

Apalagi, PP Pertina juga sudah mengeluarkan surat bahwa pelaksanaan Pra PON harus menaati aturan mutasi. Namun kenyataannya di lapangan tidak demikian,” tegasnya.

“Belum lagi PP Pertina menugaskan wasit yang disanksi dan mengikutkan petinju dari Sulut padahal tidak mengikuti proses penimbangan umum,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Pertina Sulsel terus melakukan protes dan sudah melaporkan kejadian ini kepada Ketua Umum KONI Sulsel Andi Darussalam Tabusalla.

“Alhamdulillah, Pak ADS (Andi Darussalam Tabusalla) langsung menanggapinya dan langsung mengarahkan pengurus KONI Sulsel untuk berangkat ke Ambon, yang akan diwakili Wakil Ketua KONI Sulsel Ambas Syam,” ujarnya. (rsol)

loading...
Click to comment
Nasional

Papua Bajak 2 Petinju Sulsel di Pra PON XIX

FAJAR.CO.ID, AMBON – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel memprotes keras Pengurus Pusat (PP) Pertina.

Protes itu dilakukan melalui manager meeting pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Basement Lapangan Merdeka Ambon, Maluku, Sabtu (24/10) dan penimbangan umum petinju, Minggu 25 Oktober.

Alasannya ada dua petinju yang tercatat sebagai atlet Sulsel memperkuat Pra PON Papua. Keduanya merupakan petinju bersaudara Erico Amanupunyo dan Andre Amanupunyo, anak pengurus PP Pertina, John Amanupunyo.

Manajer Tim Pra PON Tinju 2015, Muh Takbir Akbar mengatakan, kedua petinju itu masih tercatat sebagai petinju Pertina Sulsel sehingga tidak sah memperkuat tim Pra PON Tinju Papua.

[NEXT-FAJAR]

“Kepindahan kedua petinju itu tidak melalui prosedur. Bahkan keduanya masih tercatat sebagai petinju Sulsel. Sebelumnya kami sudah menyurat secara resmi ke PP Pertina kalau mutasi keduanya belum resmi dan tanpa persetujuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel,” ujarnya.

Takbir mengatakan, proses kepindahan kedua petinju itu melanggar aturan mutasi KONI Pusat No 56 tahun 2010. “Di mana dalam aturan itu sangat jelas mutasi atlet harus mendapatkan izin dari pengprov organisasi tempatnya bernaung dan ditembuskan ke KONI daerah.

Jika proses mutasi itu tidak melalui mekanisme, maka atlet tersebut tidak boleh ikut bertanding. Saya kira aturan itu sudah sangat jelas,” tegasnya.

Parahnya kata Takbir, Erico Amanupunyo merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel. Erico jelas melakukan pelanggaran berat karena diterima sebagai PNS atas prestasinya di bidang olahraga tinju.

[NEXT-FAJAR]

Takbir menilai, atas kejadian ini telah menunjukkan adanya mafia tinju yang bermain dan menggerogoti PP Pertina. “Ini jelas permainan mafia di PP Pertina, karena Ketua PP Pertina Pak Reza Ali melakukan pembiaran.

Apalagi, PP Pertina juga sudah mengeluarkan surat bahwa pelaksanaan Pra PON harus menaati aturan mutasi. Namun kenyataannya di lapangan tidak demikian,” tegasnya.

“Belum lagi PP Pertina menugaskan wasit yang disanksi dan mengikutkan petinju dari Sulut padahal tidak mengikuti proses penimbangan umum,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Pertina Sulsel terus melakukan protes dan sudah melaporkan kejadian ini kepada Ketua Umum KONI Sulsel Andi Darussalam Tabusalla.

“Alhamdulillah, Pak ADS (Andi Darussalam Tabusalla) langsung menanggapinya dan langsung mengarahkan pengurus KONI Sulsel untuk berangkat ke Ambon, yang akan diwakili Wakil Ketua KONI Sulsel Ambas Syam,” ujarnya. (rsol)

loading...
Click to comment
To Top