464 Orang Menderita ISPA Akibat Asap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

464 Orang Menderita ISPA Akibat Asap

MASOHI —  Korban akibat kabut asap kian bertambah. Setelah sejumlah anak sekolah terserang mimisan yang diduga dampak dari asap, kini  warga suku pedalaman kecamatan Seram Utara Timur Seti, kabupaten Maluku Tengah, terserang penyakit. Dalam sepekan terakhir tim medis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malteng yang diturunkan melakukan penanganan mencatat sudah 464 warga   terserang berbagai penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Selain penyakit tersebut, warga juga diserang penyakit  diare, iritasi dan infeksi mata. Penderitaan suku ini tak sampai disitu, seorang anak dibawa umur bernama Flego Boitaran(14) babak belur dihajar oknum anggota DPRD Malteng.

Ketua IDI Malteng, Saleh Tualeka menguraikan, jumlah pasien dengan kasus terbanyak yang dialami warga suku pedalaman adalah infeksi saluran pernafasan akut disamping diare, iritasi mata serta infeksi mata akibat terpapar asap kebakaran yang terjadi pada September lalu. Olehnya itu, pelayanan kesehatan warga setempat dipusatkan pada lima titik pelayanan diantaranya, Siahari, Maneo Rendah, Maneo Tinggi, Marasahua, Sariputih serta puskesmas Morokay.

Kelima titik pelayanan dimaksud sangat strategis bagi warga sekitar untuk mendapatkan pelayanan. “Iya, tercatat ada 464 warga yang terserang ISPA, diare, iritasi mata serta infeksi mata dari jumlah itu kebanyakan ISPA,” urainya kepada Ambon Ekspres di Masohi. Dia memastikan jumlah warga yang mendapat pelayanan kesehatan selama dua hari, Sabtu hingga Minggu,(25/10) oleh IDI Malteng dan tim crisis center Dinas Kesehatan provinsi Maluku, masing terbilang sedikit.

Masih terdapat banyak korban yang menderita berbagai dampak kebakaran terutama yang berada di pegunungan dengan jarak tempuh satu hari. Karena itu, perlunya posko pelayanan kesehatan pada lokasi-lokasi yang rawan serta terjaminya stok obat-obatan yang diperlukan dalam pelayanan.

[NEXT-FAJAR]

Pembentukan posko serta kesiapsiagaan obat-obat kata Tualeka penting dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan hari-hari yang akan datang. Memang ISPA yang dialami warga sebutnya saat ini tergolong standar tapi untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius diperlukan posko kesehatan berikut obat-obatan.

Sebab sesuai pantauan pihaknya tingkat serta radius kabut asap yang menyelimuti wilayah setempat fluktuatif.  “Memang masih standar, tapi perlu posko kesehatan dan obat-obatan karena kita tidak tahu kemungkinan lain hari-hari mendatang sehingga dampak ini bisa ditangani secara maksimal,” tambahnya lagi.

Sementara, Kadis Kesehatan provinsi, Ike Pontoh yang memimpin tim crisis center di Seram Utara mengatakan, telah mengintuksikan tenaga kesehatan yang bertugas pada puskesmas-puskesmas setempat agar selalu siap-siaga memberikan pelayanan kesehatan bagi warga diwilayah setempat. “Saya sampaikan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas harus siap siaga memberikan pelayanan bagi warga,” singkatnya via pesan pendek.

Sementara, bupati Tuasikal Abua mengatakan, lokasi titik api saat ini turun menjadi 8 sebelumnya yang diprediksikan Badan Meteorologi dan Geofikasi dengan 24 titik api. Umumnya, titik api tersebut berada pada lereng-lereng gurung dengan jangkauan yang sulit sehingga sulit dipadamkan dengan cara manual.

“Lokasi titik api berada di lereng-lereng gunung pemadamannya sulit kecuali dengan teknologi canggih seperti helikopter, sejauh ini pemadaman dengan cara seadanya,” kata bupati terpisah disela-sela pembukaan Musda IV PKS Malteng, Minggu,(25/10).

Upaya pamadaman berikut penanganan dampak pemkab sebutnya sudah melakukan distribusi bantuan makanan dan obat-obat bagi warga disana. “Alhamdulillah bantuan semua pihak titik api mulai berkurang, untuk penanganan berbagai bantuan sudah kita distribusikan kesana, pemerintah pusat juga bantu Rp 1 miliar untuk penanganan kebakaran,” tukas bupati.

Sementara itu  wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu L Leleury, Jumat (23/10), menyalurkan bantuan kepada korban bencana kebakaran hutan dan kabut asap di wilayah Kecamatan Seram Utara Timur Seti.  Bantuan berupa bahan makanan, tenda dan obat-obatan ini berasal dari pemerintah kabupaten Maluku Tengah, dan DPRD provinsi Maluku serta donatur dan diserahkan secara simbolis kepada pemerintah Negeri Maneo Tinggi.

Selain menyerahkan bantuan langsung, pemerintah kabupaten bersama pemerintah provinsi juga melakukan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang terkena dampak  langsung maupun tidak langsung.

Bantuan berupa bibit tanaman umur pendek untuk mengantisipasi bencana kelaparan akibat terbakarnya perkebunan warga. “Bantuan ini tidak boleh ditahan apalagi disalah gunakan,” pesan Leleury  sebelum menyerahkan bantuan  saat itu.  (ANCA-MAX)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top