Agung Laksono: Hasil Putusan MA Tidak Ada yang Dimenangkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Agung Laksono: Hasil Putusan MA Tidak Ada yang Dimenangkan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono, meminta pihak Aburizal Bakrie tidak mengklaim telah dimenangkan Mahkamah Agung. Menurutnya, dalam putusan MA tidak ada yang dimenangkan.

Berikut kutipan wawancara Kantor Berita Politik RMOL(Fajar Group) dengan Agung Laksono kemarin.

Apa perasaan Anda ketika mendengar putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol?

Tentu saya kaget. Teman-teman di daerah juga merasa kaget. Tapi, kami sudah memutuskan dari awal, apapun putusannya kami akan mematuhinya.

Anda sudah baca hasil putusannya?

Sampai sekarang kami belum terima salinan putusan itu. Menurut pihak MA, salinan putusan itu baru bisa diambil besok (hari ini, red). Besok (hari ini) pukul 10 pagi tim hukum kami akan mengambil salinan itu. Kami akan langsung pelajari putusan itu, kemudian hari Selasa akan kami rapatkan.

Yang Anda dengar putusan itu seperti apa?

Dari informasi yang kami dengar, putusan itu hanya membatalkan SK Menkumham soal kepengurusan Munas Ancol. Jadi, tidak memenangkan satu kubu, tapi mengembalikan kepada kepengurusan lama.

Artinya?

Di situ juga MA tidak mengesahkan Munas Bali. Jadi, tidak ada yang dimenangkan. Karena itu, jangan lagi ada pihak yang membuat tafsir yang seolah-olah putusan itu memenangkan Munas Bali. Tidak. Tafsir seperti itu pembohongan publik. Untuk konkret putusannya, kita lihat nanti bukti tertulisnya.

Jadi, Anda tidak merasa kalah?

Yang diperkarakan kubu Munas Bali adalah SK Menkumham. Dalam perkara itu, kami hanya ikut sebagai pihak terkait.

Kalau seperti itu, kepengurusan Golkar jadinya dipegang siapa?

Putusan itu membatalkan SK Menkumham mengenai kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol. Dengan dibatalkannya SK itu, maka kembali ke SK sebelumnya, yaitu kepengurusan Golkar sesuai Munas Riau 2009.

Berarti kembali ke kepengurusan lama?

[NEXT-FAJAR]

Tentu saja. Tapi harus diingat, SK kepengurusan Riau itu berlaku sampai 2014. Kemudian memang ada rekomendasi untuk memperpanjang kepengurusan sampai 2015. Jadi, sebentarkan lagi masa berlaku SK itu akan habis.

Lalu?

Harus ada Munas kembali. Dan, Munas itu harus dilakukan sebelum masa berlaku SK habis. Artinya, Munas itu tidak boleh lewat tahun ini.

Anda akan maju kembali di jika ada Munas lagi?

Nanti akan saya sampaikan setelah kami selesai mempelajari putusan MA itu. Saya tidak akan gegabah ambil sikap. Keputusan yang diambil harus betul-betul sesuai putusan. Sekarang ini kan baru informasi saja putusannya seperti itu.

Sikap Anda sendiri atas putusan itu?

Sekarang saya berpikir bagaimana dengan putusan itu Golkar bersatu. Ini momentum untuk mengutuhkan, menyatukan kembali Golkar yang sempat bercerai berai. Untuk itu saya siap duduk bersama untuk membahas hasil putusan itu. (zul/rmol)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top