Camilan Kudus Kuasai Pasar Jepara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Camilan Kudus Kuasai Pasar Jepara

KUDUS – Bagusnya pembinaan UKM yang dilakukan Disperindkop dan UMKM Pemkab Kudus membuat hasil produksinya “menguasai” kota sekitar. Hal ini salahsatunya terlihat dari Stik bawang, Pangsit dan Ceripik pisang milik warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu.

“Kita terus menerus melakukan pembinaan supaya UKM-UKM hasil produksinya berkualitas baik dan bisa diterima pasar serta mampu bersaing dengan produk dari kota lain. Kalau perlu UKM dari kudus menguasai kota lain,” kata Abiwibowo, Kabid UMKM Disperindkop dan UMKM Kabupaten Kudus, kemarin siang.
Menurut Abi – panggilan akrabnya-, setiap tahun pihaknya melakukan peningkatan hasil kualitas untuk para UKM. Mulai dari pengenalan peraturan-peraturan terbaru sampai penggunaan bahan makanan yang baik.
“Kalau yang sudah bagus, kita memfasilitasinya dengan pengurusan ijin kesehatan di dinas kesehatan, sertifikasi halal dan merk. Pokoknya UKM-UKM itu sering dolan cari informasi ke dinas, tentu kita lebih mudah pembinaanya,” terangnya.
Pernyataan Abiwibowo ini dibenarkan Arief Ulianto, pemilik usaha Stik bawang, Pangsit dan ceriping pisang dari desa Kaliwungu.
“Produksi camilan dari kami sekarang yang paling dipercaya konsumen di Jepara, padahal ada pesaing produk sejenis menawarkan harga lebih murah. Selain kualitas baik juga ada label halal dan ijin dinkesnya,” jelas Arief disela-sela membungkus stik bawang.
Bapak dua anak ini harus ikut turun tangan langsung karena saking banyaknya permintaan namun tenaga kerjanya kurang. Sekarang ini dalam satu hari produknya yang dimerk Putra Usaha itu memproduksi 150 bal stik bawang. Satu bal eratnya 2,5 kilogram. Sehingga totalnya 375 kilogram. Bahan yang digunakan 10 karung terigu yang perkarung beratnya 25 kilogram. Bawang Putih 7 kilo dan bawang merahnya 6 kilogram. Untuk produk pangsit juga jumlah produksi dan bahanbakunya sama dengan stik bawang. Sedangkan untuk produk ceriping pisang, pada ulan ramadan ini menghabiskan 110 tandan pisang raja nangka atau setara dengan satu colt pick up. Hasil produksinya matangnya 170 bal ceriping pisang atau 240 kilogram.
“Kalau untuk diluar ramadan nggan sebanyak itu. Untuk stik bawang biasanya 100 ball. Pangsit juga sama. Kalau ceriping pisangnya 130 an bal. Karena itu sekarang kita kerahkan karyawan sampai lembur loh ,” terang Arif Ulianto didampingi istrinya, Eny.
Arif menambahkan, bila saat ini karyawanya ada 11 orang. Bila biasanya masa kerja saat ramadan dimulai jam 8 dan selesai jam 3. Sekarang mereka harus datang dan mulai produksi sejak jam 06 pagi sampai jam 15.30.
“Ya kalau sampai kewalahan, istri saya mbantuin nggoreng. Kalau saya kan bagian memasarkan,” tukas Arif.
Dijelaskan, produksinya sekarang paling banyak yang mensuplay di wilayah Jepara. Pasar yang berhasil dikuasai yakni Pasar Kalinyamatan, Pecangaan, Pasar Ratu jepara, Mayong, Welahan dan Ngabul. “Semua pasar di Jepara sudah masuk produk dari Kudus,” ujarnya. (sf)

To Top