Dampak USG bagi Kehamilan? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Interest

Dampak USG bagi Kehamilan?

Dampak USG bagi Kehamilan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Saat ini perkembangan di dunia kedoktran terus meningkat, salah satunya keberadaan USG. Teknologi USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang berjalan melalui rahim hingga mencapai janin.

Eko yang dipantulkan, tampil di layar monitor sehingga dokter yang memeriksa dan ibu hamil dapat melihatnya. Namun Menurut Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Dr.dr.Isharyah Sunano, SpOG (K),   perlu diketahui pula bahwa pada saat melakukan pemindaian dengan alat.

USG, ada panas yang dihasilkan dan kemudian sebagian diserap oleh bagian tubuh yang dipindai. Jika jaringan tubuh yang dipindai mengalami peningkatan panas sebesar 4°C, dapat berdampak buruk bagi jaringan tersebut.

Pemindaian pada masa kehamilan (antenatal) menghasilkan panas kurang dari 1 derajat Celsius, sehingga hal ini aman bagi ibu dan bayi. Selain itu beberapa hal juga melindungi janin, yaitu : (1) pemindaian yang dilakukan pada pemeriksaan rutin menggunakan teknologi dua dimensi yang memiliki intensitas rendah dan kemudian disebarkan ke daerah yang cukup luas, (2) cairan ketuban didalam kantong kehamilan turut berperan dalam penyebaran panas intensitas rendah tersebut, (3) janin yang bergerak-gerak. USG 3 dimensi dan 4 dimensi juga sama tingkat keamanannya dengan USG 2 dimensi karena intensitas kekuatannya sama. Evolusi teknologi USG menemukan metode Doppler yang ditemukan oleh Doppler dengan publikasi pertama tentang efek Doppler pada tahun 1842.

Doppler dan pemindaian warna (color scan) memusatkan alur suara pada suatu daerah kecil tertentu. Teknik ini menimbulkan panas lebih banyak tetapi panas yang ditimbulkannya tidak sampai menimbulkan kerusakan pada janin. Doppler digunakan untuk mengevaluasi aliran darah. Beberapa mesin USG tertentu telah dilengkapi dengan teknologi yang langsung mengurangi kekuatan aluran suara ultra pada saat pemeriksa menggunakan Doppler.

Penerapan teknologi Doppler, dianjurkan agar pemeriksaan tidak melebihi 30 menit dan hindari penggunaan Doppler pada kehamilan trimester pertama (12 minggu pertama kehamilan). Selain itu, pada ibu hamil yang demam, dianjurkan agar pemeriksaan USG dilakukan sesingkat mungkin.

Seyogyanya pemeriksaan USG tidak dilakukan hanya untuk sekedar melihat jenis kelamin janin, tetapi dilakukan atas indikasi medis. Mesin USG memiliki Indeks Termal (Thermal Index) yang ditampilkan pada layar monitor sehingga pemeriksa dapat memantau berapa banyak jumlah panas yang dihasilkan setelah jaringan tubuh ibu hamil terpapar oleh mesin USG dalam jangka waktu tertentu.

Jika pemeriksaan USG dilakukan sesuai strandar prosedur operasional yang baku, maka sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pemeriksaan tersebut mengganggu kesejahteraan janin ataupun berdampak buruk bagi tumbuh kembang janin maupun kehidupan bayi tersebut di kemudian hari. (dni/wik)

loading...
Click to comment
To Top