Mahasiswa Sering Bentrok, Washilah UIN Dialog Peradaban – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Mahasiswa Sering Bentrok, Washilah UIN Dialog Peradaban

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin mengikuti dialog tentang esensi peradaban yang digelar di Warkop Bundu, Jalan Aroepala, sesaa lalu, Senin malam 26 Oktober.

Dialog yang digelar organisaasi pers mahasiswa, Lembaga Informatika Mahasiswa Alauddin (LIMA) Washilah itu menghadirkan tiga pembicara. Ketiganya guru besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat yang juga kolumnis, Prof Dr Moch Qasim Mathar, guru besar Ilmu Tafsir, Prof Dr Mardan, dan mantan Wakil Rektor III UIN Alauddin, Prof Dr Natsir Siola.

Diskusi dengan tema “Realita Kampus Peradaban di Usia 50 tahun” itu, sengaja digelar sebagai refleksi atas aksi tawuran antarmahasiswa di Kampus II Samata, yang berujung penghentian aktivitas belajar di Kampus selama tiga hari.

Pada mahasiswa, Prof Mardan menegaskan tiga hal penting terkait peradaban yang perlu dipadukan, yakni ilmu, agama, dan seni. “Agama tanpa ilmu, akan pincang. Tapi berilmu, punya seni, tapi tanpa agama itu akan melahirkan kebiadaban,” katanya. (Hasbi Zainuddin/jai)

loading...
Click to comment
To Top