Marquez Mengidolakan Anda, Rossi: Apakah Dia Memiliki Poster Saya di Rumahnya? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Marquez Mengidolakan Anda, Rossi: Apakah Dia Memiliki Poster Saya di Rumahnya?

SETELAH insiden yang melibatkan Marquez dan Valentino Rossi di Sepang Malaysia dalam balapan bergengsi MotoGP, wartawan berkesempatan mewawancarai Rossi.

Video wawancara ini kemudian tersebar luas di jejaring sosial youtube. Berikut hasil petikan wawancaranya, yang memperlihatkan Rossi menjawab satu demi satu pertanyaan wartawan.

BACA JUGA: TIDAK ADIL..!! Marquez yang Duluan Sundul Lutut Rossi

Rossi: Semuanya menjadi lebih sulit. Jujur. Kasus ini sudah tidak berjalan adil. Khususnya, karena Marquez bisa lebih kompetitif dalam dua balapan terakhir. Bagi saya ini suatu kekecawaan yang besar. Saya kecewa dari beberapa balapan yang lalu, yang saya tahu. Tetapi saya tidak mengharapkan dia melakukan sesuatu yang sangat nyata. Saya merasa kecewa, menyesal dan khawatir. Karena tentu saja dia akan melakukannya di sini dan juga di Valencia.

Apakah ini sesuatu yang memotivasi atau membuatmu marah?

Rossi: Mari kita lihat, ia lebih cepat namun dia melambat untuk terlibat dalam pertarungan, (dia melambat) lebih jauh ke belakang. Hal ini menjadi sulit. Karena dia tidak memiliki peluang untuk kalah, sementara saya punya peluang kalah. Saya harus waspada, saya menyesal dan saya juga agak marah. Saya tidak menyangka bahwa Marquez menjadi sebuah rintangan dalam kejuaraan ini.  Saya hanya berpikir akan bertarung melawan Jorge Lorenzo.

Dia Marquez mengidolakan anda, apakah anda berpikir hal ini tidak akan terjadi?

Rossi: Perhatikan… kita harus buat klarifikasi di sini. Apakah dia betul-betul mengidolakan saya? Apakah dia memiliki poster saya di rumahnya? Saya tidak yakin. Saya ingin menyaksikannya. Dia bersaing dengan saya. Saya ingin memenangkan kejuaran dunia sebanyak yang saya bisa. Kemudian dia tahu, bahwa dia harus menang sekali lagi untuk menyalip saya.

Meskipun jika Jorge menang, mereka mempunyai kesamaan yang lebih atau kurang, apakah itu lebih baik karena feelingnya lebih jelas?

Rossi: Benar, anda benar. Di jalan panjang, saya lebih suka caranya. Kita satu sama lain memang menjengkelkan. Tapi setidaknya ini sudah jelas dan jujur. (*)

To Top