Pak Presiden, Soal Freeport Kok Anak Buah Tidak Kompak. Jangan-Jangan..? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pak Presiden, Soal Freeport Kok Anak Buah Tidak Kompak. Jangan-Jangan..?

JAKARTA- Praktisi pertambangan Alhilal Hamdi mengatakan ada peningkatan terkait penerimaan bagi hasil untuk Indonesia dari kontrak Freeport yang mulanya hanya sekitar 42 persen.

Yang memprihatinkan, menurutnya, pemerintah tidak punya visi yang sama, padahal kontrak akan habis pada 2021 dan harus segera disikapi.

“Menteri ESDM jalan sendiri. Seperti tidak paham apa yang harus dilakukan atau tidak memahami situasi yang seharusnya bisa lebih menguntungkan Indonesia dalam negosiasi dengan Freeport,” ujarnya dalam Diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) bertema ‘Rakyat Menuntut Hak kepada Freeport’ di resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta (Minggu, 25/10).

Mantan Menakertrans itu membaca langkah pemerintah dalam kontrak Freeport di Indonesia. Pada tahun 2014 ada MoU jilid I antara Dirjen Minerba Dr. Sukhyar dengan Presdir Freeport Dr. Rozik B. Soetjipto, lalu 2015 awal dilakukan kembali dengan presdir baru Maroef Sjamsoedin. Lantas sekitar Agustus ada teguran dari Dirjen bahwa Freeport tidak melaksanakan dan tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan perundingan atau naskah kedepan mengenai kerja sama dengan Indonesia.

“Bulan September dan Oktober Menteri ESDM membuat surat pada Freeport. Dalam surat itu intinya bahwa pemerintah setuju lakukan perpanjangan sehingga akibatnya hal ini membuat saham Freeport naik signifikan yang sebelumnya merosot,” sesal Alhilal.

Dia menambahkan, seharusnya saham Freeport diposisikan hingga serendah mungkin yang kemudian pemerintah melakukan eksekusi divestasi atau pengambilalihan.

“Sehingga ke depan harus ada satu visi dan strategi yang jelas. Kita itu mau ke mana,” tegas Alhilal. [wah]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top