Talud Kaligelis Kudus Digelontorkan Rp1,14 M – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Talud Kaligelis Kudus Digelontorkan Rp1,14 M

KUDUS – Upaya memperindah kawasan sungai Kaligelis terus dilakukan pemerintah Kabupaten Kudus. Kali ini sungai di kawasan Kudus Kulon itu digerojok dana Rp1,14 miliar guna membangun talud sepanjang 60 meter di sisi timur. Siang kemarin para pekerja terus ngebut mengerjakan proyek sehingga saat musim hujan kondisinya sudah kering. Sayangnya, papan proyek pembangunan tidak diletakan dipinggir jalan sehingga terlihat oleh umum. Namun nylempit diantara padatnya rumah penduduk.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Manusia (BPESDM) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan bila saat ini pelaksaan proyek talud kaligelis sudah mencapai 50 persen.
“Kita harapkan cepat selesai sehingga pas musim hujan kondisinya sudah kuat,” ujar Sam’ani.
Dijelaskan, selain talud kaligelis, BPESDM sekarang juga mengerjakan 11 proyek pembangunan talud. Sampai akhir bulan oktober ini semuanya sudah mencapai 50 persen.
“Dari 11 proyek talud itu, Sembilan proyek sumber dananya dari APBD Kabupaten Kudus TA 2015, dua lainnya sumber dananya dari Bantuan Gubernur,” ungkapnya.
Selain talud Bantaran Sungai Kaligelis, proyek lainnya adalah pembangunan talud jalan masuk lingkungan rumah pemotongan hewan (RPH) Rp 1 miliar, pembagunan talud Jalan Piji – Ternadi – Soco Rp 400 juta.. Kemudian talud Sungai Kaligelis Desa Demaan Rp 400 juta, Pasangan talud Sungai JU.3.2/B Desa Undaan Lor, gang 12 Kecamatan Undaan Rp 1,25 miliar dan pasangan talud Sungai Salaman, Desa KLaling, Kecamatan Jekulo Rp 600 juta.
Proyek talud Jalan Wates – Larikrejo, Kecamatan Undaan Rp 500 juta, pasangan talud Sungai Jati Pasehan dengan dana bangub Rp 400 juta, pasangan talud dan bangunan pelengkap saluran sekunder Ploso kiri dana Bangub Rp 2,5 miliar. Selanjutnya, pasangan talud dan bangunan fisik aula besar dan koridor, Rp2,39 miliar, dan pasangan talud Sungai Dawe, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo Rp 500 juta.
“Selain talud, proyek lainnya adalah pemasangan parapet (penahan longsor), Sungai Jati, Desa Bulungkulon, Kecamatan Jekulo, dengan beaya Rp600 juta,” tukasnya.
Dia mengharapkan pembanguan talud itu bisa selesai lebih cepat dari waktu yang ditentukan, yakni 180 hari kalender. Sehingga kalau dihitung sesuai tanggal dimulainya proyek, paling lambat akan selesai pada Desember 2015. Namun kondisi bisa lebih cepat karena cuacanya mendukung sehingga akhir november semua proyek talud sudah selesai.
“Sekarang ini saja, beberapa rekanan yang menggarap talud, sudah mengajukan pemeriksaan hasil obyek (PHO). Itu untuk yang proyeknya sudah mencapai 80 persen. Ini menunjukkan bila pengerjaan bisa lebih dipercepat ,” jelasnya. (sf)

loading...
Click to comment
To Top