Beredar Rekaman Kandidat Bagi-bagi Uang di Barru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Beredar Rekaman Kandidat Bagi-bagi Uang di Barru

FAJAR.CO.ID, BARRU – Aksi yang tidak mendidik seakan terus ditunjukkan salah satu kandidat bupati Barru. Pasca-rekamannya beredar yang diduga menjelek-jelekkan kandidat lain,  pasangan  itu kembali menuai sorotan.

Kali ini, kandidat yang diduga usungan Partai Nasdem, secara vulgar terindikasi membagi-bagikan uang ke masyarakat, termasuk memanfaatkan identitas masyarakat untuk diiming-imingi pergi umrah jika diumumkan menjadi pemenang di Pilkada Barru 9 Desember 2015 mendatang.

Di rekaman suara yang berdurasi lebih dari 30 menit itu, kandidat itu berkampanye di Pute Anging, Tanete Rilau, pekan lalu. Saat berorasi, ia  meminta masyarakat agar tidak pulang, karena dia akan memberikan uang per orang Rp100 ribu.

“Ada kenang-kenangan saya hari ini. Nanti ada saya kasikan pembeli ikan Rp100 ribu setiap orang. Itu buktinya, belum saya terpilih, tapi sudah ada Anda rasakaan. Bagaimana kalau saya terpilih,” katanya di rekaman.

Selain itu, ia  juga menyebut jika ada barang yang akan dibagikan di tempat pertemuan itu yang jumlahnya satu karung. “Jangan dulu pulang, karena setelah saya bicara, itu nanti ada yang mau di bagi itu satu karung. Saya kurang tahu seperti apa pembagiannya nanti. Tapi kalau masih kurang, besok saya tambahkan lagi,” tambahnya dalam bahasa bugis.

Sebelum mengakhiri orasi politiknya, ia  secara terang-terangan mengajak dan meminta warga mengisi formulir yang disediakan timnya untuk menulis nama lengkap, dan nomor KTP.

Hal itu dimaksudkan untuk melakukan pengundian diberangkatkan umrah selama 10 hari. “Silakan isi nama lengkap, dan alamatnya. Kenapa saya lakukan itu, karena di tanggal 9 Desember nanti jika saya sudah diumumkan sebagai pemenang, maka langsung kita undi untuk memberangkatkan warga umrah,” janjinya.

Di tempat sama, kandidat ini juga menjanjikan langsung menyelesaikan pembangunan masjid jika dirinya terpilih. “Begitu saya menjadi pemenang pilkada, maka itu masjid langsung kita bangun,” katanya.

Di rekaman tersebut, mantan anggota DPR ini berjanji akan memasukkan listrik di Pute Anging. “Kalau dalam setahun listrik belum masuk, maka jangan panggil saya Haji Malkan, tapi panggil saya Joni. Bukan joli, tapi Joni,” pungkasnya.

Bahkan untuk meyakinkan masyarakat, ia mengklaim hanya pemberian sarungnya lah yang layak dipakai masyarakat, karena berasal dari uang pribadinya.

“Ada orang bawakan sarung, tapi sudah hancur. Bandingkan sarung yang saya kasi. Biar sampai 40 kali dicuci pakai air laut tidak akan luntur. Kalau luntur, kembalikan ke saya, dan akan saya ganti,” katanya seperti di rekaman suara  yang sudah menyebar.

Dengan nada dan ajakan yang terkesan sombong,  kandidat itu meminta masyarakat, agar sarung dari kandidat lain cocoknya dipakai untuk (maaf) buang air besar saja. “Itu sarung hancur yang dikasi bukan uang pribadinya. Makanya kalau itu sarung dipakai shalat, maka salatnya tidak sah. Kalau sarung dari saya itu saya kasi untuk pakai salat, dan sarung yang satu itu (dari kandidat lain) dipakai untuk beol saja. Jangan coba-coba pakai shalat,” ajaknya.(*/wik)

To Top