Mata Dewi Yasin Limpo Berkaca-Kaca Saat Keluar Dari Gedung KPK. Katanya Begini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Mata Dewi Yasin Limpo Berkaca-Kaca Saat Keluar Dari Gedung KPK. Katanya Begini

JAKARTA- Untuk kali pertamanya, sejak ditahan pekan lalu, Dewi Yasin Limpo terlihat keluar dari gedung antirasua. Dewi tampak mengeluarkan air mata sejak berada di KPK.

Ketika dikonfirmasi, adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan yang sudah dipecat dari DPR dan keanggotan di Partai Hanura tersebut mengaku sedih usai bertemu dengan anggota keluarganya.

“Ketemu anak, ya nangis lah,” ujar Dewie seperti di Kutip dari rmol.co (grup Fajar), Selasa (27/10).

Sedangkan pihak KPK sendiri mengatakan adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan itu datang bukan untuk diperiksa, melainkan untuk diambil sample suara dan foto guna dicocokkan dengan hasil sadapan.

“DYL (Dewie Yasin Limpo) hari ini bukan riksa, dia datang untuk pengambilan sampel suara dan foto,” terang Plh Humas KPK, Yuyuk Andriati ketika dikonfirmasi.

Selain Dewie, KPK hari ini juga memeriksa sekretaris pribadi Dewie, Rinelda Bandaso. Ia tiba pada pukul 11.26 WIB hingga saat ini masih diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah.

“RB (Rinelda Bandaso) riksa sebagai saksi untuk tersangka DYL,” tambah Yuyuk.

Sebelumnya, Dewie yang diduga menerima suap bersama asisten pribadinya, Rinelda Bandaso dan staf khusunya, Bambang Wahyu Adi dini hari Kamis (22/10) lalu resmi dijebloskan ke rutan KPK.

Sedangkan, seorang pengusaha yang diduga pemberi suap Setiadi dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab Deiyai, Papua, Irianus juga dijebloskan ke rutan yang sama.

Akibat perbuatannya tersebut, Dewie dan dua stafnya, RB dan BWH disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara dua pengusaha selaku penyuap, IR dan SET disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, atau pasal 13 UU UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (rmol/iqi)

loading...
Click to comment
To Top