Mentan: Percepat Pembebasan Lahan Industri Pertanian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Mentan: Percepat Pembebasan Lahan Industri Pertanian

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Pertanian (Kementan) ‎makin giat memberikan peluang usaha dan nilai tinggi bagi pelaku usaha sektor pertanian.

Bukan hanya petani, namun investor juga didorong menyuntikkan dana mereka dalam mengembangkan sektor itu. Selain meningkatkan investasi di bidang kelapa sawit, kopi, karet hingga teh, Kementan juga berusaha menumbuhkan investasi dalam bisnis tebu atau gula, jagung serta sapi.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, sejak awal 2015, Kementan proaktif meningkatkan secara besar-besaran dalam pengembangan sektor tebu, jagung dan sapi. Bahkan sampai saat ini terdapat lebih dari 32 investor yang siap membantu Indonesia untuk meningkatkan produksi ketiga produk ini.

Semua investor ini siap memberikan dana mencapai Rp131,1 triliun.‎ Selain dipersiapkan untuk membangun industri dan perbaikan industri yang telah ada, dana ini juga disiapkan untuk memperluas lahan produksi demi meningkatkan pasokan terhadap industri yang telah ada.

 

[NEXT-FAJAR]

Namun, menurut Amran, salah satu permasalahan yang kini tengah dihadapi Kementan adalah persoalan lahan. Pasalnya banyak lahan yang akan digunakan dalam peningkatan produksi merupakan lahan milik pemerintah, misalnya hutan lindung.

Amran mencontohkan, saat ini banyak pabrik gula yang membutuhkan lahan untuk dita‎nami tebu, namun karena ‎tempat mereka berdekatan dengan kawasan hutan yang tidak bisa digunakan, maka produksi pabrik gula menjadi tidak maksimal.

Karena jika membuka lahan di tempat cukup jauh, maka ongkos produksi pun dipastikan bakal meningkat. “Makanya kami saat ini meminta kepada presiden untuk membantu pembebasan lahan. Artinya bukan menghilangkan, tapi seperti tukar tempat. Ada lahan hutan yang dijadikan tempat pr‎oduksi. Nanti ada lahan yang dijadikan hutan lindung baru,” ujar Amran dalam Penandatangan Investasi Gula, Jagung dan Sapi Sulsel di Novotel, Selasa 27 Oktober.

Sejauh ini terdapat 15 pabrik gula yang memiliki kesiapan dan komitmen untuk memperliuas kebun tebu seluas 200 ribu hektare. Selain itu terdapat 19 pabrik gula yang akan mengembangkan lahan seluas 500 ribu hektare dengan total investasi Rp 95 triliun.

 

[NEXT-FAJAR]

Investasi ini diyakini mampu membuka lapanhan kerja baru bagi 3,38 juta jiawa. Dengan semua pabrik gula yang memulia tahap kontruksi, Kementan menargetkan produksi gula pada tahun 2019 mencapai 4 juta ton.

Di bidang pengembangan jagung, terdapat empat investor yang siap menyuplain dana untuk industri pakan ternak pada lahan hutan 50 ribu hektare dan lahan Perhutani 265 ribu hektare. Total investasi yang akan diberikan mencapai Rp 4,1 triliun. Dengan target produksi jagung pada 2019 mencapai 5 juta ton.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menuturkan, sebagai ketua asosiasi Gubernur se-Indonesia, dia akan mencoba mengkomunikasikan kebutuhan lahan ini agar bisa difasilitasi semaksimal mungkin. Sehingga daerah di mana pun bisa membantu Kementan untuk menggunakan lahan hutan mereka agar bisa digunakan untuk produksi pertanian.

Menurut Syahrul, gula, jagung dan sapi merupakan produk yang pertanian yang dikonsumsi masyarakat Indonesia secara umum dan menjad kebutuhan mendasar. Untuk itu mau tidak mau pemerintah harus memberikan kebijakan yang bisa menunjang industri tersebut.

“Ini harus dijadikan strategi kita ke depan. Karena produk ini bukan hanya meningkatkan perekonomian tapi juga bisa meningkatkan jumlah tenaga kerja,” papar Syahrul. (Yusriadi/jai)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top