Orang Tua Terdakwa dan Korban Ada Kesepakatan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Orang Tua Terdakwa dan Korban Ada Kesepakatan

FAJAR.CO.ID MAKASSAR — Penetapan diversi terhadap kasus perkara anak itu diatur dalam undang undang peradilan anak. Salah satunya kasus tersangka begal di Flyover, Bayu Santoso alias Wahyu beberapa waktu lalu.

Humas Pengadilan Negeri Makassar, Ibrahim Palino ditemui diruangannya Selasa, 27 Oktober mengatakan prinsipnya diversi itu untuk melindungi anak dalam perkara anak. Meski kata dia tidak semua bisa didiversi tergantung hakim dan kesepakatan yang dihasilkan dari proses mediasi.

“Intinya kedua belapihak ada kesepakatan menyelesaikan diluar pengadilan. Dan diversi itu dibuat oleh keduanya, ketika disepakati orang tua mereka maka akan menjadi perjanjian yang harus dipenuhi,” katanya.

Untuk kasus begal ini, kata dia, dalam diversi ada kesepakatan antara keluarga terdakwa dan korban.

“Jadi ada kesepakatan terdakwa membayar senilai Rp10 juta. Dimana terdakwa membayar kepada korban pertama senilai Rp8 juta dan korban kedua senilai Rp2 juta. Itu perjanjian mereka, sehingga diversi itu sah,” katanya.

Dia menjelaskan dalam Undang Undang Peradilan Anak mewajibkan untuk melakukan diversi terhadap perkara-perkara yang ancamannya dibawah tujuh tahun kebawah dan tidak boleh pengulangan.

“Karena kalau tidak diverso

Ditambahkan jika pelakunya anak dan menggundanak Undang Undang peradilan anak, itu melalui proses diversi. Sedang jika korbannya anak maka yang digunakan undang-undang perlindungan anak. (arn)

To Top