Silpa Bontang 1,3 T, Bukti Pemerintah Tidak Becus Bekerja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Silpa Bontang 1,3 T, Bukti Pemerintah Tidak Becus Bekerja

FAJAR.CO.ID — Pernah dengar ada daerah yang sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) sampai triliunan? Mungkin Kota Bontanglah yang pertama dan satu-satunya.

Bisa dibayangkan, jika daerah-daerah lain berjibaku mencari anggaran untuk membiayai pembangunan di daerahnya, Bontang justru mengembalikan anggaran. Total anggaran yang menjadi Silpa hingga 2014 di Pemkot Bontang mencapai 1,3 triliun.

“Bayangkan kalau Silpa sampai 1,3 triliun, Pemkot Bontang bikin apa sampai begitu banyak dana yang tidak digunakan,” kata tim pemenangan Bunda Neni-Basri, Kasmiran pada acara sosialisasi di Loktuan, Rabu malam, 28 Oktober.

Menurut dia, gara-gara Silpa sampai 1,3 T tersebut, Pemkot Bontang mendapat hukuman dari provinsi. Daerah ini tidak lagi mendapat bantuan dari provinsi karena anggaran yang ada saja tidak bisa dihabiskan.

“Silpa ini menjadi bukti pemerintah yang tidak mampu dan tidak becus bekerja. Begitu banyak hal yang mau dibiayai untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi pemkot Bontang tidak bisa menjalankan pembangunan dengan baik,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintahan yang tidak mampu bekerja tak boleh dilanjutkan. Karena berbahaya jika dilanjutkan atau masih diberi kesempatan.

“Rakyat harus mencabut mandatnya dan diserahkan kepada pemimpin baru yang siap membawa perubahan bagi Bontang ke arah yang pasti lebih baik,” katanya.

Bunda Neni yang hadir dalam acara tersebut meminta doa masyarakat. Ia berharap, dirinya bisa diberi amanah untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik bersama Basri. Sebab, dirinya maju karena didorong oleh banyaknya keluhan masyarakat.

“Kalau hanya mengejar jabatan, sudah cukup saya di DPR RI karena sudah jadi pejabat negara. Tapi saya tidak bisa membiarkan masyarakat Bontang yang mengeluh karena tidak terlayani dengan baik karena tidak ada lagi dokter keluarga,” paparnya disambut yel-yel salam dua jari. (rls)

loading...
Click to comment
To Top