Ilham Ungkap Kejanggalan Dakwaan Jaksa KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Ilham Ungkap Kejanggalan Dakwaan Jaksa KPK

JAKARTA — Tim Penasehat Hukum, Ilham Arief Siradjuddin mengungkap sejumlah kejanggalan dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dakwaan lembaga anti rasuah tersebut tidak menguraikan secara jelas posisi Ilham dalam dugaan korupsi prooyek investasi kerjasama PDAM Kota Makassar dengan PT Traya dalam bentuk Rehabilitasi, Operasi, dan Transfer (ROT) Instalasi Pengelolaan Air (IPA) II Panaikang pada 2007 silam.

Anggota Tim Penasehat Hukum Ilham, Johnson Pandjaitan mengatakan, dakwaan tersebut tidak dapat diterima sejumlah alasan. Pertama, tidak tertera peran tedakwa, apakah sebagai orang yang melakukan, orang yang menyuruh melakukan, turut serta, ataupun sebagai pembujuk. Lalu, dakwaan tersebut ternyata menggunakan berita dalil sama dengan dalil yang telah dibatalkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat pengajuan praperadilan.

Selanjutnya, dakwaan tersebut harus ditolak karena terlihat dengan terang bahwa apa yang dituangkan sama dengan apa yang menjadi kajian tim penasehat hukum yakni kasus ini adalah kasus perdata. Itu terlihat dengan tidak adanya kaitan antara kasus yang dituduhkan pada terdakwa dengan dugaan tindak pidana yang digunakannya.

Belum lagi, kerugian negara yang disebutkan dalam dakwaan akibat pembayaran uang muka air curah senilai Rp38,8 miliar salah persepsi. Pasalnya, pembayaran itu dilakukan setelah keluar putusan Pengadilan Negeri Makassar yang memerintahkan untuk melakukan pembayaran karena pihak PT Traya melakukan somasi pada PDAM Kota Makassar. Dengan demikian, pembayaran tersebut berdasar hukum dan bukan perbuatan korupsi.

Masalah lainnya, tidak jelas siapa pelaku dalam dakwaan. Ini karena pelaku yang sebenarnya justru tidak disidik KPK. Kalau pun ada kesalahan dalam pelaksanaan kerjasama, maka seharusnya yang bertanggungjawab adalah Direksi PDAM Kota Makassar, Badan Pengawas PDAM, dan Panitia Lelang kerjasama tersebut. “Bukan terdakwa,” kata Johnson kemarin.

Ilham sendiri menjalani sidang kedua di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. Sidang akan kembali dilanjutkan pada, Kamis, 5 November pekan depan. Agendanya yakni mendengarkan jawaban dari KPK atas eksepsi yang disampaikan terdakwa. Sidang kemarin dihadiri istri Ilham, Aliyah Mustika Ilham. Ilham datang harus menggunakan tongkat karena masalah di lututnya yang belum pulih. (arm)

loading...
Click to comment
To Top