Jumlah Pemilih di Pilkada Majene Bertambah 370 Orang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Jumlah Pemilih di Pilkada Majene Bertambah 370 Orang

FAJAR.CO.ID, MAJENE — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majene telah menetapkan daftar pemilih tetap tambahan-1 (DPTb-1) sebanyak 370 pemilih pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Majene, Rabu 28 Oktober 2015.

Komisioner KPU Majene, Sulfan Sulo, menjelaskan penetapan DPTb-1 tersebut praktis menambah jumlah daftar pemilih kita, dari DPT 107.464 ditambah DPTb-1 sebanyak 370 pemilih sehingga jumlah data pemilih kita menjadi 107.834 pemilih.

“Rekapitulasi DPTb-1 ini merupakan data yang tersaring dari proses rekapitulasi PPS data pemilih mulai dari tingkat desa dan kelurahan, sehingga sebanyak 370 pemilih yang terdiri dari 183 pemilih laki-laki dan 187 Pemilih perempuan yang tersebar di 151 TPS dari 405 TPS yang ada di Majene,” ujarnya.

Menurut Sulfan, hasil pleno tersebut, penambahan data pemilih terbesar terjadi di Kecamatan Banggae Timur sebanyak 112 pemilih, disusul Kecamatan Banggae sebanyak 63 orang pemilih, kemudian Kecamatan Pamboang 52 pemilih sedangkan Kecamatan Sendana memiliki DPTb-1 paling sedikit sebanyak 19 Pemilih. “Pemilih tambahan tersebut merupakan masyarakat Kabupaten Majene yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dan memiliki identitas kependudukan, namun belum masuk kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah ditetapkan oleh KPU Majene pada tanggal 2 Oktober 2015 kemarin,” tuturnya.

Syarat untuk menjadi pemilih telah dipenuhi, sebab pemilih yang bersangkutan harus memiliki identitas kependudukan baik dalam bentuk KTP, KK, Paspor, Resi, Keterangan domisili dari desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Majene. “Ini merupakan syarat mutlak yang sudah menjadi ketentuan yang diatur dalam peraturan serta perundang-undangan berlaku,” ungkapnya.

Sulfan menambahkan telah ditetapkannya DPTb-1 oleh pihak KPU Majene, maka tahapan pendataan dan rekapitulasi dinyatakan selesai dan selanjutnya akan dilakukan pengkodean terhadap dinamika perkembangan DPT dan DPTb-1. “Kita sampai distribusi DPT dan DPTb-1 ke TPS sehingga akurasi data tetap dapat terkontrol dan akan meminimalisir penggunaan surat panggilan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,” tuturnya. (ham)

loading...
Click to comment
To Top