Amirul Siap Perjuangkan Nasib CPNS Konkep yang Dianulir, Tapi Ada Catatannya… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Amirul Siap Perjuangkan Nasib CPNS Konkep yang Dianulir, Tapi Ada Catatannya…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perjuangan para CPNS Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dianulir kelulusannya terus berlanjut. Setelah bertemu dengan Sekretaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Dwi Wahyu Atmaji, sembilan dari perwakilan 118 CPNS yang dianulir ini lalu mengadukan nasibnya ke anggota Komisi II DPR RI asal Sultra, Mz. Amirul Tamim, Kamis (29/10) di ruang rapat Komisi II.

Dihadapan Amirul, La Ode Kaharuddin yang merupakan CPNS yang dianulir menceritakan kronologis mengapa sampai status kelulusan mereka dianulir. Mulai dari isu bocornya soal TKB yang menjadi alasan pembatalan status mereka hingga surat serta SK yang dikeluarkan oleh pihak Kemenpan, Ombudsman Sulta dan juga pemerintah daerah.

“Tapi Pak, sampai saat ini, berasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian tidak terbukti siapa yang membocorkan soal dan siapa yang mendapatkan bocoran soal. Adapun kalau terbuktif ada kebocoran soal, seharusnya jangan seluruhnya yang dibatalkan, tapi harus dicari siapa pelaku pembocoran soal. Bukan peserta tesnya yang dibatalkan,” jelas Kaharuddin dihadapan Amirul Tamim.

Setelah mendengar penjelasan panjang dari perwakilan 118 CPNS yang dianulir kelulusannya, Amirul Tamim menegaskan,persoalan CPNS Konkep sudah sejak lama disuarakan olehnya di Komisi II saat melakukan rapat bersama Menpan-RB, Yuddy Chrisnandy.

“Permasalahan ini saya sudah pernah komunikasikan dengan Menteri sambil saya juga berkomunikasi dengan Bupati saat itu Nur Sinapoy. Namun, dalam prosesnya, Pak Sinapoy sudah susah dihubungi. Jadi saya cuma mau minta jawabannya bahwa apakah benar dalam persoalan ini dia (Bupati) bersih dan tidak terima uang? Kalau memang dia bersih saya akan perjuangkan kalian,” papar Amirul.

Dari hasil pertemuan itu, Amirul mengambil dua kesimpulan. Pertama, bahwa dugaan kebocoran yang menjadi alasan utama pembatalan 118 CPNS Konkep ini sudah ditangani pihak kepolisian dan tidak dapat dibuktikan bahwa ada kebocoran.

[NEXT-FAJAR]

Kedua, pedoman surat Menpan pada prinsipnya sama, yang mungkin perlu dipertanyakan pejabat didaerah dalam memberikan penilaian. Pasalnya, berdasarkan UU ASN ada 3 tahapan dalam proses penerimaan CPNS yang dilakukan oleh Nur Sinapoy. “Sedangkan yang sekarang menilai berdasarkan TKD dan mengabaikan TKB. Dengan demikian ada yang dirugikan (kalian, red). Sementara kenyataannya pengumuman pertama sudah diumumkan dan kalian dinyatakan lulus,” jelas Politisi PPP ini.

Dihadapan perwakilan 118 CPNS yang dianulir ini, mantan Walikota Baubau dua periode ini menegaskan akan berusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, Amirul berharap para CPNS yang dianulir ini tidak terlibat dalam proses suap menyuap ketika melakukan seleksi tes CPNS.

[baca juga: Merasa Dirugikan, CPNS Konkep Kembali Mengadu ke Kemenpan-RB]

“Saya bukan pengambil kebijakan, tapi saya akan berusaha untuk menyelesaikan persoalan ini. Tapi, dengan catatan saya berharap pengumuman pertama tidak ada indikasi kecurangan, tidak melalui sogok. Karena kalau terbukti sogok, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” tandasnya. (hrm)

To Top