Digrebek Lagi Mesum, Dua ABG Alasan Mau Masak Nasi Goreng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Digrebek Lagi Mesum, Dua ABG Alasan Mau Masak Nasi Goreng

FAJAR.CO.ID, BENGKULU – Dua sejoli berinisial SU (18) warga Unit 9 Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara yang berstatus mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Bengkulu digerebek bersama pasangannya, SR (17) warga unit 1 Kecamatan Padang Jaya BU.

Mereka digerebek warga setelah diduga berbuat asusila di salah satu warga perumahan tersebut yang ditumpangi Su. Menurut pengakuan salah seorang warga setempat, penggerebekan diawali kecuriagaan warga karena sekitar pukul 19.00 WIB dalam kondisi masih mati lampu, SU membawa pasangannya ke rumah lewat pintu belakang.

Tidak mau buang-buang waktu, setelah lampu hidup sekitar pukul 20.00 WIB, warga yang sudah gerah dengan ulah anak baru gede itupun sepakat untuk menggerebeknya.

“Sebelum mengedor pintu, kami terlebih dahulu mendengar apa yang mereka lakukan dari pintu belakang. Kami pun mendengar suara keduanya sedang ‘bekerja’ di kamar belakang. Setelah itu kami pun memutuskan untuk mengetuk pintu depan dan meminta mereka keluar,” terang Fauzan yang diamini Ihsan Haicing yang juga warga setempat.

Pintu pun tidak lantas langsung dibuka, melainkan setelah beberapa menit baru dibuka oleh Su dengan pakaian awut-awutan. Sedangkan si perempuannya langsung sibuk mengupas bawang di dapur dengan dalih mereka ingin memasak nasi goreng.

“Lucunya lagi, mereka beralasan mau masak nasi goreng, tapi nasi putih atau beras sama sekali tidak ada, yang ada hanya nasi yang sudah busuk,” akunya.

Tidak lama kemudian, Ketua RT 17 Saban Hadi pun tiba di tempat penggerekan dan dilakukan pengeledahan kamar yang dipakai kedua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu. Hasilnya, ketua RT dan warga menemukan barang bukti berupa baju kaos milik Su dan pakaian milik pacarnya yang sudah basah dan berbau amis.

“Barang bukti itu kami dapatkan di bawah tempat tidur. Kami langsung mengintrogasi apa yang mereka lakukan, akhirnya mereka mengaku sudah melakukan hubungan layaknya suami istri,” tambah Fauzan.

Fauzan juga mengaku, sebelumnya warga sudah sering mengingatkan Su bahkan warga pernah melempari atap rumahnya saat keduanya berada dalam rumah dengan pintu tertutup tersebut. Namun tidak digubris, bahkan Su nekat menggunakan modus baru, yakni mematikan lampu motornya  dari jarak sekitar 100 meter sebelum sampai di rumah yang ditumpangi.

Sementara itu, Ketua RT 17 Saban Hadi mengaku sangat menyesali ada perbuatan tersebut, terlebih dilakukan oleh mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang kental dengan ajaran Islamnya. “Yang laki-laki ini mahasiswa salah satu PTS di Kota Bengkulu, sedangkan yang perempuannya tidak sekolah lagi,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, warga pun menghadirkan orang tua keduanya. Karena orang tuanya tinggal di Bengkulu Utara, maka masalah tersebut baru selesai pukul 01.00 WIB  Kamis dini hari kemarin, dengan keputusan cuci kampung yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. (ben/wwn/jpg)

loading...
Click to comment
To Top