Ingin Punya Anak, Suami Rela Istrinya Disetubuhi Orang lain – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Ingin Punya Anak, Suami Rela Istrinya Disetubuhi Orang lain

FAJAR.CO.ID, BATUBARA – Jaka, bukan nama sebenarnya (24), yang sudah empat tahun menanti kelahiran anak dari rahim istrinya, RS (21), tega memaksa istrinya itu untuk melayani nafsu temannya, sebut saja Doli (19).

Kejadian itu terjadi pada Jumat (23/10), malam sekira pukul 20.00 WIB di Desa Sei Suka Deras, Kecamatan Sei Suka, Batubara. Lokasinya hanya sekitar 50 meter dari rumah warisan orangtua Jaka, tepatnya di areal perkebunan sawit milik PT Moeis.

Malam itu, Jaka mengajak RS keluar rumah. Saat itu, RS menurut saja. Tapi di tengah jalan, RS menyadari ada gelagat aneh dari suaminya. Sebab dia malah diajak ke areal kebun sawit. Selain gelap, RS juga merasa takut.

Melihat sikap RS, Jaka malah marah dan menarik paksa istrinya ke sawit-sawit. Sementara Doli sudah menunggu di lokasi yang telah dijanjikan.

Begitu tiba, Jaka kemudian menyerahkan istrinya ke Doli. Melihat istri Jaka, Doli langsung bereaksi dan mendekap tubuh seksi istri temannya. Sementara si Jaka diminta untuk mengambilkan daun pisang untuk dijadikan alas bagi Doli dan istrinya saat hendak naik ke bulan.

Setelah daun pisang digelar, Jaka malah sempat ikut melucuti pakaian istrinya. Selepas itu Jaka menjauh. Tapi, tidak benar-benar jauh. Sekitar 10 meter dari lokasi, Jaka berhenti dan bersembunyi di balik pohon sawit.

Dari balik sawit itu, Jaka mengaku sempat nafsu saat melihat istri ditindih temannya sendiri. Bahkan sempat beberapa menit dia berdiri di lokasi itu dan menyaksikan adegan per adegan saat Doli menggarap istrinya.

Setelah itu, Doli mengembalikan RS yang masih bercucuran keringat ke suaminya Jaka. Kemudian pasangan suami istri ini kembali pulang ke rumah. Dalam benak Jaka, semoga benih Doli memberikannya momongan.
Tapi di luar dugaannya. Ternyata RS tidak terima. Dia diam-diam pergi ke kantor polisi dan melaporkan perlakuan tak lazim suaminya ke petugas.

Setelah mendengarkan laporan pengaduan RS, petugas langsung bergerak mengamankan Jaka dan Doli.

Saat ditemui di Mapolres Batubara, Jaka mengakui perbuatannya. Bahkan, ia menyebutkan telah merencanakannya jauh hari sebelum kejadian. “Memang kurencanakan itu semua, tapi tanpa bersepakat dulu dengan istriku,” ujarnya dengan kepala tertunduk.

“Mungkin istriku marah karena merasa dipaksa dan dilecehkan kehormatannya, maka pagi-pagi istriku langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Batubara,” sebut Jaka.

Jaka mengaku sengaja merelakan istrinya digarap teman sendiri dengan harapan segera mendapatkan anak. “Harapan saya semula, semua berjalan lancar dan mulus. Aku tak mengira kejadiannya begini,,” ujar Jaka.

Salah seorang tetangga Jaka inisial AU (43), mengungkapkan bahwa antara Jaka dan istrinya RS menikah atas dasar suka sama suka. Bahkan sebelum menikah, Jaka dan RS sempat menjalin hubungan pacaran selama 3 tahun. “Makanya kita heran,” ujar AU.

Memang kata AU, saat mereka pacaran, pihak keluarga RS sendiri tidak pernah setuju. “Hubungan RS dengan si Jaka ini memang ditentang keluarga perempuan,” katanya.

Sebelum menikah, masih kata AU, Jaka sempat merantau ke Medan dan bekerja di toko grosir. “Anak itu cuma tamatan SMP. Di Medan katanya dia kerja di grosir sembako. Kemudian pacaran secara sembunyi-sembunyi dan tertangkap mesum dengan RS. Lalu keduanya dinikahkan,” kata AU mengungkap sekilas tentang latar belakang hubungan Jaka dan RS istrinya.

“Jadi isunya, sih mereka nikah karena kecelakaan atau istilah sekarang married by accident (MBA),” sebut AU.
Setelah menikah, Jaka kemudian membawa istrinya RS pulang ke kampung halaman di Desa Sei Suka Deras. Selama berada di kampung, Jaka bekerja serabutan dan terkadang bekerja menjadi kuli bangunan. Tapi si Jaka ini menurut Au, orangnya terbilang aktif, bergaul sama anak-anak lajang di kampungnya. Termasuk dengan si Doli, lelaki yang dimintainya tolong untuk menggarap istrinya sendiri adalah sahabatnya sendiri. “Itupun cerita keponakanku. Jadi, keduanya memang kompak dan si Jaka juga sering meminjamkan uang ke Doli itu,” ungkapnya.

Saat ditanya di mana posisi RS sekarang, AU menuturkan bahwa wanita malang itu sudah diungsikan keluarganya ke Medan. “Tapi di mana di Medan, saya tidak tahu,” ujarnya.

Kapolres Batubara AKBP M Agung Suyono SiK, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Arif SH SiK, Kamis (29/10), membenarkan kejadian itu. Atas pengaduan korban, kita langsung menerjunkan personel Sat Reskrim ke tempat kejadian perkara ( TKP) dan memeriksa saksi-saksi.

Selanjutnya, mereka menahan Jaka dan Doli, dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Arif menerangkan unsur kekerasan dalam rumah tangga lah yang menjadi delik pidana dalam kasus ini. Kausalitasnya adalah pemaksaan terhadap RS untuk melayani permintaan Jaka agar istrinya tersebut mau disetubuhi Doli.
Mereka akan dijerat dengan pasal 47 dari UU RI tahun 2014 tentang KDRT , juncto pasal 55 ayat (1e) dari KUHPidana dan diancam hukuman penjara di atas 5 tahun.

Menurut salahseorang kerabat korban, menyebutkan bahwa kejantanan Jaka tidak mampu bekerja maksimal dalam melayani hasrat istrinya RS. Tapi karena keinginan untuk mendapatkan anak, Jaka jadi gelap mata. (wan/dro/ms)

loading...
Click to comment
To Top