Investor AS Tergiur Investasi Farmasi dan Kelistrikan di Indonesia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Investor AS Tergiur Investasi Farmasi dan Kelistrikan di Indonesia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Minat investasi di Indonesia terus mengalir usai kunjungan Presiden Joko Widodo dan rombongan ke Amerika Serikat 25-28 Oktober 2015 kemarin.

‎Setelah menjaring investasi USD 2,4 miliar untuk sektor stategis dan USD 40 juta di sektor kreatif, kabar terbaru sektor farmasi dan kelistrikan ikut dilirik investor asal Negeri Paman Sam tersebut.

“Kami telah melakukan pertemuan privat dengan salah satu perusahaan AS yang bergerak di bidang farmasi,”‎ Kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam keterangan resminya, Kamis (29/10).

‎Menurut dia, pembangunan fasilitas penelitian dan pengembangan perusahaan farmasi membutuhkan modal yang tidak sedikit.

“Mereka ingin membangun fasilitasresearch and development.  Ini kami apresiasi positif dan telah diidentifikasi sebagai suatu minat yang harus dikawal oleh marketing officer Amerop dan IIPC New York. Untuk industri farmasi memang disarankan untuk memiliki fasilitas research and development apabila ingin masuk ke pasar Indonesia,” kata Franky.‎

Kata Franky, minat investasi AS untuk sektor kelistrikan mencapai USD 1 miliar. Investasi dalam jangka waktu lima tahun. Kesepakatan bisnis yang akan direalisasikan  dalam jangka waktu 1-5 tahun sejak 2015 senilai USD 2,4 miliar untuk berbagai sektor.

“Investasi segera direalisasikan di bidang usaha industri minuman ringan dan distribusinya, industri pakan ternak dan pemanis dari jagung, industri remanufaktur suku cadang alat berat, pembangkit listrik, industri percetakan uang logam dan pengaman uang kertas,” tambah Franky. (hyt/JPG)

To Top