Kaum Hawa jadi Sasaran Utama Sindikat Pencuri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Kaum Hawa jadi Sasaran Utama Sindikat Pencuri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kenyamana angkutan kota (angkot) di Jakarta yang jauh dari harapan tak luput dari bayang-bayang kriminalitas jalan. Bahkan, satu sindikat pencuri dari kota tetangga berani menyewa kendaraan pribadi demi menyasar penumpang perempuan. Bak terserang ayan, modus kejang-kejang menjadi skenario kejahatan yang dilakukan kawanan ini di berbagai penjuru Ibu Kota.

Setelah sekian lama beraksi, dua dari lima anggota sindikat ini berhasil di bekuk aparat Polsek Metro Tambora, Rabu (28/10)Nafiudi, 35 dan Riyan Setiawan, 30, diringkus usai meng garap te lepon genggam penumpang angkot perempuan bernama Yulia Anggraeni, 21, di Jalan Latu meten Raya, Tambora, Jakarta Barat. Riyan, pemuda asal Pasar Curug, Kabupaten Tangerang itu mengakui minimal sehari bisa meraup hasil paling sedikit Rp 1,5 juta. Target yang menjadi sa s aran angkot memang penumpang perempuan. Jika bukan dompet, tele pon genggam yang diburu.

Ske nario kejangkejang itu dilancarkan setelah angkot lebih dulu dibuntuti dari belakang. ”Kita berlima, saya perannya kejang-kejang. Aswin nolongin saya. Hariri dan Aswin yang merogoh tas atau kantong celana. Kalau sudah hasil, kit ditung gu sama Nafiudin yang bawa mobil,” tutur Riyan saat ditemui indopos.co.id di Mapolsek Tambora, Rabu (28/10).

Dari berbagai penjuru Tangerang, ujar Riyan juga, kelompok ini berkumpul di pintu tol Bitung- Tangerang. Di situ Na fi udin yang menyewa mobil ren tal Rp 250 ribu/hari sudah me nanti. Dari lokasi pertemuan itu, kelimanya siap berkeliling Ja karta. Mereka menyasar lokasi strategis yang menjadi lintasan trayek angkot dari terminal bus kota. Riyan juga mengakui, 4 kali sudah menyasar angkot jurusan Pa sar Senen-Matraman, Jakarta Pu sat, dan 6 kali trayek Mampang- Blok M, Jakarta Selatan, dan 1 kali trayek Grogol-Kota yang menjadi aksi terakhir sebelum dibekuk petugas.

”Sasar an angkot sama korbannya gak ten tu, tapi terutama perempuan, dompet sama handphone ajah. Saja gak sikat perhiasan,” katanya. Kapolsek Metro Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicak so no mengatakan, modus kejahatan yang dilakukan sindikat ini cukup terorganisir. Setelah mem buntuti angkot yang menjadi sasaran, kawanan ini untuk kemudian menunggu sejarak puluhan meter di lokasi yang menjadi lintasan angkot tersebut. Satu persatu anggota kawanan itu kemudian naik ke dalam angkot.

”Setelah lengkap, tiga anggota di dalam angkot itu mulai berperan. Ada yang kejang-kejang dan ada yang berpura-pura menolong untuk mengalihkan perhatian korban,” terang Wirdhanto. Sempat terjadi pengejaran sengit antara petugas pa troli Polsek Metro Tambora saat melakukan penangkapan kawanan penjahat ini. Sekira pukul 09.00 pagi itu, ke lompok yang menggunakan mobil Avanza hitam B 1503 SOT sebagai kendaraan operasional terus tancap gas saat diburu petugas di tempat kejadian perkara. Nafiudin juru mudi mobil tersebut tak berkutik setelah beberapa kali menabrak motor.

Sementara Riyan lebih dulu diborgol petugas. ”Saat ini tiga pelaku lainnya ma sih kami buru,” kata Wirdhan to. Dia juga mensinyalir, kejahatan jalanan kawanan sindikat ini sering kali dilakukan. Berdasarkan penyelidikan, sedikitnya ada 10 laporan yang diterima kepolisian terkait modus kejahatan yang dilakukan pelaku. Dalam sekali beraksi, paling tidak kawanan ini meraup hasil puluhan juta rupiah. ”Ketika kami bekuk, dari tangan dua tersangka ini saja sudah ada lima handphone yang siap mereka jual ke penadah.

Jika ditotal, harga handphone bagus itu bisa di atas 1 juta per unit,” terangnya lagi. Wirdhanto juga menegaskan, pengungkapan kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat. Khususnya kepada pengguna angkot agar tidak menunjukkan barang berharga di hadapan umum, atau sebaiknya tidak menggunakan gadget saat menumpang angkot. ”Penangkapan yang berdasarkan laporan cepat masyarakat ini juga menjadi atensi khusus bagi kami, agar masyarakat tidak perlu segan melaporkan segala bentuk kejahatan ke pos polisi terdekat,” pesannya. Terhadap Nafiudin dan Riyan, polisi menjerat dengan Pasal 363 KUH Pidana tentang Pencurian dengan ancaman penjara 6 tahun. Telepon genggam merk Samsung Grand 2 hasil curian dan mobil Avanza hitam dijadikan barang bukti kejahatan. (asp/indopos)

Click to comment
To Top