Kenakan Masker saat Pimpin Paripurna, Adian: Menyedihkan Hidup Tanpa Masa Muda… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Kenakan Masker saat Pimpin Paripurna, Adian: Menyedihkan Hidup Tanpa Masa Muda…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sempat terjadi “kericuhan” saat sidang Paripurna yang digelar hari ini. Pemicunya adalah sikap yang dilakukan para pimpinan anggota DPR yang mengenakan masker saat memimpin sidang paripurna.

Awal tanda-tanda kericuhan sudah mulai terlihat ketika pimpinan sidang membuka rapat dengan mengenakan masker. Interupsi pun mengalir deras ditujukan kepada pimpinan rapat, namun tidak diindahkan. Puncaknya ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya, para pimpinan ini pun tak kunjung melepaskan maskernya.

Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupula pun mengkritik keras sikap pimpinan DPR kenakan masker yang konon katanya untuk solidaritas terhadap rakyat yang sedang terkena bencana asap dari hutan yg terbakar.

Sebagai legislator, Pimpinan DPR seharusnya tidak perlu menunjukan solidaritas dgn cara yg norak dan kekanak-kanakan melainkan dengan merevisi UU yg melegitimasi pembakaran hutan, salah satunya UU no 32 tahun 2009.

“Apa yg dilakukan para pimpinan DPR itu menjadi dagelan yang tidak lucu karena rakyat sangat tahu bahwa ketika hutan terbakar, para pimpinan itu justeru merasa lebih penting bertemu Donald Trump dan selfie dengan “cheer leaders” ber rok mini daripada meninjau lokasi kebakaran hutan,” kritik Adian melalui rilis yang diterima redaksi Fajar Online, Jum’at (30/10).

Lebih lanjut, selain merevisi UU, hal lain yang harusnya dilakukan oleh pimpinan DPR adalah memperjuangkan anggaran yang lebih besar untuk mencegah kebakaran hutan dikemudian hari.

[baca juga: Pakai Masker Saat Nyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pimpinan DPR Diprotes]

“Ketika pimpinan DPR menggunakan masker tapi berdiam diri terhadap  beragam peraturan perundangan yang melegitimasi pembakaran hutan, tidak memperjuangkan anggaran untuk pencegahan dan penanganan asap maka jelas bahwa apa yg dilakukan pimpinan DPR adalah memanfaatkan penderitaan Rakyat korban asap untuk popularitas dirinya,” tegasnya.

Disisi lain, menggunakan masker dalam Rapat Paripurna menjadi sebuah penghinaan terhadap Indonesia ketika masker itu tetap digunakan saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan. “Sedih kita melihat para pimpinan DPR menjadikan Rakyat dan lagu Indonesia Raya menjadi olok-olok yang tidak lucu hanya untuk mengejar popularitas dan pencitraan. Para pimpinan itu bukan saja tidak punya rasa kebangsaan tapi juga jangan-jangan mereka tidak punya hati nurani,” cetusnya.

Adian menilai, lelucon masker itu umumnya disebut sebagai aksi teaterikal yang biasa dilakukan mahasiswa. “Nah, ketika aksi teaterikal itu justeru dilakukan juga disaat paripurna oleh para pimpinan DPR maka sepertinya dimasa muda mereka tidak pernah lakukan demonstrasi termasuk aksi-aksi teaterikal. Menyedihkan memang hidup tanpa lewati masa muda,” tandasnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top