Lima Dampak Buruk Jika Kurang Tidur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Interest

Lima Dampak Buruk Jika Kurang Tidur

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Apa jadinya jika seseorang kurang tidur dalam kesehariannya. Apa kamu tahu pengaruh atau resiko dari kurang tidur bagi kesehatan kita? Tidur merupakan salah satu aktivitas rutin yang dilakukan mahluk hidup terutama manusia, mengistirahatkan tubuh dan pikiran di malam hari itu memang penting.

Karena dengan tidur di malam hari bisa membuat tubuh kembali bugar dan segar ketika bangun dipagi hari sehingga kita akan lebih siap menghadapi tantangan atau kondisi yang berat dan melelahkan. Kebalikannya jika kurang tidur maka akan bisa mengakibatkan tubuh lemah dan kurang konsentrasi.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kita sering mengabaikan aktivitas tidur dimalam hari seperti menonton acara televisi, curhat dengan teman sampai larut malam, mengerjakan tugas dan kegiatan lainya.

Dilansir dari laman Care2, Kamis (22/10), berikut ini beberapa bahaya kurang tidur bagi kesehatan kita.

1. Membuat Anda lebih sulit mengenali ekspresi wajah
Sebuah studi dari UC Berkeley menunjukkan bahwa kurang tidur membuat lebih sulit untuk membaca ekspresi wajah. 18 peserta yang sehat diminta untuk menginterpretasikan 70 ekspresi wajah sekali setelah tidur malam yang baik dan lain waktu setelah mereka kurang tidur.

Scan otak menunjukkan bahwa ketika peserta kurang tidur, mereka tidak bisa membedakan antara ekspresi wajah ramah dan mengancam. Alasannya? Sensing emosi daerah otak mereka melebih-lebihkan adanya ancaman.

2. Membuat Anda merasa lapar
Tidak mengherankan bahwa orang-orang yang kurang tidur cenderung berjuang dengan berat badan. Studi telah menemukan bahwa kurang tidur bisa berdampak pada pengolahan respon kesenangan otak yang terkait dengan kelaparan dan mengidam. Lebih khusus, terhadap hormon rasa lapar Anda yakni ghrelin dan leptin.

Ghrelin adalah hormon yang memberi sinyal rasa lapar dan leptin adalah hormon yang memberitahu Anda ketika Anda kenyang. Ketika Anda kurang tidur maka ghrelin cenderung meningkat sementara leptin cenderung menurun.

3. Kurang tidur membuat Anda tertekan
Gejala depresi yang lebih kuat terkait dengan kurang tidur daripada yang mungkin Anda sadari. Bahkan, beberapa studi telah menemukan bahwa orang yang menderita insomnia beresiko menderita depresi lima kali lebih mungkin dibandingkan orang yang mendapatkan tidur yang cukup.

Kurang tidur cenderung membuat gejala depresi parah sementara gejala depresi cenderung membuat lebih sulit untuk tertidur.

Kabar baiknya adalah bahwa jika Anda mencurigai depresi Anda mungkin terkait dengan kurang tidur, Anda bisa mulai dengan mengunjungi dokter atau profesional kesehatan yang bisa membantu Anda menangani setiap gangguan tidur atau kebiasaan gaya hidup yang buruk untuk meminimalkan gejala depresi terkait.

4. Kulit
Kurang tidur bisa melepaskan jumlah kelebihan hormon stres kortisol yang bisa memecah kolagen kulit dan membuatnya lebih rentan untuk membuat kulit keriput dan berubah warna secara keseluruhan.

5. Membunuh libido Anda
Penelitian telah menunjukkan bahwa mendapatkan enam jam tidur atau kurang bisa menyebabkan tingkat yang lebih rendah dari hormon seks testosteron pada pria dan wanita.(fny/jpnn)

To Top