Minim Partisipasi Pemilih, Pengaruhi Legitimasi Pemenang Pilkada – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Minim Partisipasi Pemilih, Pengaruhi Legitimasi Pemenang Pilkada

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Regulasi KPU yang mengakui berapapun selisih suara kepala daerah dari yang tertinggi, sebagai pemenang pemilu rawan menuai kontroversi di lapangan.

Terutama bila partisipasi pemilih tidak sampai seperdua atau hanya lima puluh persen. Sebab jumlah golput yang lebih banyak dari pemilik suara sah, menyebabkan pemenang pilkada tidak mendapat mandat penuh (legitimasi) masyarakat.

Hal itu diakui Koordinator Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Nonpemerintah (FIK-Ornop) Asram Jaya. Dengan kondisi ini, dia mencium ancaman minimnya partisipasi pemilih. Itu bisa berimbas pada legitimasi paslon pemenang pilkada mendatang.

“Aturan dan mekanisme Pilkada yang baru pasti memiliki dampak, termasuk pada partisipasi pemilih di pilkada serentak ini,” kata Asram Jaya, Jumat 30 Oktober.

Apalagi dengan regulasi KPU saat ini, membatasi sosialisasi paslon melalui media massa dan media cetak. Sementara publikasi yang bisa dilakukan KPU di pilkada, dibatasi dengan anggaran yang minim. Media sosialisasi dan kampanye yang terbatas menurutnya ikut berkontribusi pada besarnya partisipasi pemilih di setiap ajang pilkada.

Tapi sesungguhnya partisipasi juga berhubungan dengan pendidikan politik warga, dimana salah satu fungsi partai adalah melakukan pendidikan politik. “Olehnya itu, kinerja KPU sangat terbantu dengan berjalannya fungsi partai untuk memaksimalkan partisipasi pemilih di Pilkada serentak,” bebernya. (Nasrun Nur)

loading...
Click to comment
To Top