Soal Harta Kekayaan, Ini Dalih Para Calon Bupati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Soal Harta Kekayaan, Ini Dalih Para Calon Bupati

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Tidak semua cabup dan cawabup Gowa terbuka mengenai harta kekayaan yang mereka miliki. Kebanyakan tak menyebut detail harta yang mereka miliki. Hingga Jumat, 30 Oktober 2015, mereka belum juga terbuka, padahal sebagian besar mantan pejabat.

Pasangan Tenri Olle Yasin Limpo-Hairil Muin (Pastikan-Mi), tak merinci daftar harta kekayaan  yang mereka miliki. Tenri misalnya, melaporkan satu unit rumah di Jalan Mappaoudang, Makassar dengan nilai Rp3 miliar. Namun informasi yang dihimpun, selain lahan dan bangunan, Tenri memiliki dua unit mobil.

Satu mobil unit Alphard dan X-Trail. Mobil Alphard dipakainya sendiri dan X-Trail dipakai oleh suaminya, A Ishak. Tenri memiliki dua rekening, masing-masing di Bank Sulselbar dan Mandiri. Hanya saja, tak rerinci nominal tabungan di dua bank tersebut.

Sementara Hairil Muin disebut-sebut memiliki satu unit mobil Innova. Namun bocoran dari formulir LHKPN disebutkan bahwa Hairil Muin memiliki delapan ekor sapi, 10 ribu kilogram kentang, dan 13 ribu kilogram padi.
“Saya kurang tahu kalau itu. Saya takut bicara, jangan sampai salah omong,” ujar juru bicara Pastikan-Mi, Djaya Jumain.

Pasangan Andi Maddusila Idjo-Wahyu Permana (Wattunami), juga tak mendetailkan seluruh hartanya. Hanya Maddusila yang membeberkan jumlah rumahnya. Selain di Sungguminasa, Maddusila mengaku memiliki rumah di Jakarta. Total kekayaan berupa uang Rp1,5 miliar dan akumulasi harta Rp2,5 miliar.

“Mobil dua. Satu di Jakarta dan satu di Gowa. Merknya Avansa dan Fortuner,” ujar Maddusila. Mengenai LHKPN wakilnya, Wahyu Permana, Maddusila menyebut tak beda jauh dengan dirinya. Kira-kira total Rp3 miliar.

Pasangan Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio (A’Kio), enggan membeberkan harta dan kekayaannya. Alasannya, data kekayaan keduanya sudah ada di KPK. Ia sudah memasukkan laporannya sebelum pendaftaran di KPU Gowa.

“Sudah ada dataku di KPK. LHKPN boleh dicek di KPK. Jangan sampai saya ucapkan, malah sudah terkoreksi oleh KPK,” dalih Adnan. Mengenai jumlah rumah, mobil, dan tanah, Adnan memilih bungkam. Demikian juga saat ditanyakan perusahaannya.

Pasangan Sjahrir Sjafruddin Daeng Jarung-Anwar Usman (Djaman-Ta), juga enggan menyebut akumulasi daftar kekayaan. Sama dengan Maddusila, Daeng Jarung juga mengaku memiliki dua unit rumah. Satu di Gowa, satunya lagi di Bekasi.

Selain itu, ia juga punya tanah milik istrinya di Limbung, Gowa, satu petak. Jarung enggan merinci luasnya. Ia mengaku memiliki rumah dan tanah, namun nilainya tak seberapa. Selain itu, Jarung juga memiliki saham di salah satu perusahaan di Jakarta yang nilai sahamnya juga enggan dia sebut.

“Kalau LHKPN di KPK, saya lupa berapa. Tidak ada fotokopinya,” katanya.  Untuk mobil, ia mengaku hanya memiliki mobil kecil, itupun sudah tua. Jarung menegaskan, menyebutkan jumlah harta adalah sesuatu yang berkaitan dengan harga diri sehingga orang Sulsel pantang melakukannya.

“Itu harga diri. Jangan tanya-tanya itu deh,” sesalnya.
Intinya, kata dia, Daeng Jarung tidak ada apa-apanya dan tidak hapal kekayaan yang masuk ke KPK. Ia beralasan tak ingin menyebutnya karena jangan sampai salah dengan yang dilaporkan. Daeng Jarung, kata dia, tak memiliki banyak harta, namun banyak temannya.

Pasangan Djamaluddin Maknun-Sjahrir (Sabar-Ki), bahkan mengaku paling sedikit harta kekayaannya dibandingkan calon lain. Djamaluddin menyebutkan, dalam LHKPN yang dilaporkan ke KPK, nominalnya hanya Rp800-an juta.

“Rumah Rp600 juta di Minasa Upa. Mobil tidak ada. Bagaimana caranya dapat mobil, na hanya kepala dinas dulu,” katanya. (zuk)

To Top