‎Hutan Bawakaraeng Ludes – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

‎Hutan Bawakaraeng Ludes

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA — Sejak terbakar pada 18 Oktober lalu, petugas pemadam pun bergantian naik ke Gunung Bawakaraeng. Dikabarkan, area pos 6 dan 7 yang paling terkena dampak kebakaran.

Hutan di sekitar dua pos tersebut ludes dan kini hanya menyisakan abu dan arang. Kerusakan hutan akibat kebakaran terbesar sejak beberapa tahun terakhir ini, diperkirakan butuh waktu 10 tahun untuk bisa mengembalikannya menjadi hijau. Itupun jika reboisasi dipercepat.

“Warga Lingkungan Pattappang dan Lembanna juga bergantian naik ke atas gunung. Kebakaran sempat reda karena pernah hujan. Tapi setelah itu, api berkobar lagi,” papar Ardiansyah, Sekcam Tinggimoncong, Gowa, Sabtu, 31 Oktober.

Kebakaran parah juga terjadi di pos 4 dan 5. Pos 8 bahkan jauh hari sudah ludes lebih dahulu. Sejak terbakar pada 18 Oktober lalu, upaya pemadaman masih menggunakan cara manual. Warga menggunakan kayu basah untuk memukul api yang sudah mengecil. Khusus untuk kobaran api besar, petugas pemadam tidak bisa mendekat.

Camat Parigi, Hartati, menjelaskan, kerugian akibat kebakaran Bawakaraeng belum bisa diketahui, khususnya lahan kopi milik masyarakat yang ludes. Di Kampung Lengkese, warga hanya bisa melihat api membakar areal perkebunan mereka karena kesulitan memadamkan api.

Ada empat kecamatan di Gowa yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Selain Parigi dan Tinggimoncong, juga Bontolempangang dan Biringbulu. Warga dari dua kecamatan terakhir, juga membantu upaya pemadaman. Namun semuanya tetap menggunakan cara manual dalam hal pemadaman. (Ridwan Marzuki)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top