LAPORAN KHAS: Tim Jor-joran, Perputaran Uang Capai Puluhan Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Bola

LAPORAN KHAS: Tim Jor-joran, Perputaran Uang Capai Puluhan Miliar

FAJAR.CO.ID, PAREPARE– Turnamen Habibie Cup XXI memberikan efek domino bagi Kota Parepare dan sekitarnya. Geliat ekonomi sangat tinggi, dan pendapatan daerah terdongkrak.

Turnamen Ajatappareng, Habibie Cup, tahun ini berbeda dengan perhelatan sebelum-sebelumnya. Level turnamen yang dihelat sejak 1990 ini, kini sudah menasional. Buktinya 64 pemain bintang ISL ikut ambil bagian.

Lantas berapa uang yang “tumpah” selama turnamen? Habibie Cup XXI diagendakan berakhir pada 10 November. Sejak pembukaan, 28 Oktober
lalu, ke-12 tim yang ikut andil di turnamen ini sudah menunjukkan keseriusannya. Pemain-pemain bintang yang direkrut pun sudah menunjukkan skilnya di hadapan puluhan ribu pasang mata yang menyaksikan setiap laga.

Hadirnya pemain bintang di turnamen ini menunjukkan bahwa bayaran mahal yang digelontorkan tim, terbayar dengan aksi mereka. Tim-tim yang diperkuat sejumlah bintang pun menunjukkan tren positif. Kemenangan yang dinantikan suporter didapatkan.

Tercatat, tim-tim yang telah menggelontorkan uangnya hingga miliaran rupiah untuk mendatangkan pemain bintang sebanyak tiga tim. Mereka adalah Persipare Parepare, Sidrap United, dan Gasma Enrekang. Sedangkan tim-tim lainnya bukan tampil hemat, mereka tercatat sudah menggelontorkan anggaran hingga ratusan juta selama turnamen ini berlangsung.

Berdasarkan data pemain, Sidrap United yang diisi 15 pemain bintang nasional sudah menghabiskan uang lebih dari Rp3 miliar. Persipare dan Gasma Enrekang pun tak jauh berbeda, meski manajemen tim enggan menyebutkan nominalnya.

Sedangkan biaya operasional tim selama perhelatan Habibie Cup ditaksir lebih dari Rp500 juta. Dana ini untuk membayar hotel, pemain, transportasi, makanan, serta keperluan tim lainnya.

Bupati Sidrap, Rusdi Masse yang menjadi Ketua Tim Sidrap United memembenarkan uang yang telah digelontorkan untuk turnamen ini sudah melewati Rp3 miliar. Uang ini dipakai untuk keperluan tim serta mendatangkan pemain bintang.

“Untuk pemain saja sekira Rp2,5 miliar. Uang tak masalah, yang terpenting saya bisa lihat Kabupaten Sidrap punya nama di kancah nasional dalam dunia sepak bola,” tandasnya.

[NEXT-FAJAR]

Sedangkan di kubu tim lain enggan memberikan bocoran dana yang telah digunakan. Seperti Manajer Persipare, Idham Nusu yang mengaku urusan biaya pemain menjadi urusan pribadinya dan tak perlu dipublikasikan. “Cukup manajemen tim saja yang tahu,” katanya.

Tetapi jika menghitung, dengan materi yang dimiliki Persipare, 18 pemain bintang yang dimiliki persipare setara dengan uang Rp1 miliar. Pasalnya, setiap pemain yang didatangkan dikontrak di atas Rp30 juta untuk selama kompetisi.

Sebut saja, Hamka Hamzah, Evan Dimas, Zulham Zamrun, Bio Paulin hingga Titus Bonai memiliki nilai kontrak yang sangat fantastis di klubnya masing-masing. Semusim mereka memiliki nilai kontrak di atas Rp800 juta.

Khusus biaya operasional, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Parepare, Hj Budi Djauhari, menghitungkan anggaran yang dikeluarkan tim selama turnamen Habibie Cup berlangsung.

“Tim menetap di Parepare paling cepat 14 Hari. Pasalnya, kompetisi Habibie Cup berlangsung selama 12 hari. Jika dikalkulasi biaya hotel, setiap kamar ditaksirkan Rp300 ribu per malam. Setiap tim pun memboking minimal 12 kamar. Jadi bisa dihitung, Rp300 ribu x 12 kamar dikalikan 8 hotel dan kembali dikalikan 14 malam sama dengan Rp403 juta. Ini patokan harga terendah dan belum fasiltas lainnya. Jadi bisa dikata minimal setiap tim menghabiskan Rp200 juta untuk operasional,” katanya.

Adanya turnamen ini, pemilik Hotel Bukit Kenari Parepare ini mengaku pengusaha dan masyarakat di Parepare ketiban rezeki nomplok. Pasalnya, geliat ekonomi yang terjadi sangat tinggi dan pendapatan daerah kian meningkat.

“Contoh kecil saja adalah usaha perhotelan. Dahulu kan hotel selalu sepi. Tapi sekarang hotel-hotel hampir full. Ini semua berkat adanya kegiatan di Parepare,” katanya.

(SYAHRUL FAHMI, Parepare)

loading...
Click to comment
To Top