Muzayyin Arif: Darul Istiqamah Cetak Generasi Qurani – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Muzayyin Arif: Darul Istiqamah Cetak Generasi Qurani

MAROS – Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa Maros mengadakan Pengajian Ahad Pagi dirangkaikan Pelepasan Santri Penerima Beasiswa Program Penghafalan Alquran Super Intensif 6 bulan di Jakarta, dan Motivasi Qurani, di Masjid Jami’ Darus Istiqamah Maros, Minggu (1/11/2015).

Kegiatan ini dihadir Rektor Universitas Islam Makassar Dr Majdah M Zain, Pimpinan Ponpes Darul Istiqamah Ustad Muzayyin Arif, Pembina Pesantren KH Muhammad Arif, ratusan masyarakat Maccopa, dan ribuan santri Pesantren Darul Istiqamah Maros.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Muzayyin Arif mengatakan, kajian Ahad pagi yang dirangkaikan program pelepasan Penghafal Alquran Super Intensif 6 bulan ke Jakarta adalah kegiatan rutin pesantren. Kali ini Darul Istiqomah melepas 30 santri terpilih yang diseleksi dari 100 santri yang mendaftar beasiswa hafalan Alquran ini.

“Melalui program ini, kami ingin mencetak generasi penghafal Al-qur’an yang lebih banyak lagi. Diharapkan ilmu yang mereka dapatkan bisa ditransfer dan diamalkan kepada masyarakat saat kembali ke kampung halamannya,” harap Muzayyin.

Muzayyin menambahkan, program ini adalah gagasan kolaborasi kerja-kerja mulia. Apalagi metodologi yang ditawarkan sangat inovatif dan mutakhir diera moderen saat ini.

“Dengan metode cara menghafal Qur’an secara tradisional, diubah menjadi moderen, kilat dan inovatif. Saya harap, lembaga pendidikan Qur’an di Sulsel mengadopsi metode ini, sehingga kemajuan dibidang pendidikan agama Islam bisa lebih maju. Saya harap para alumni tidak hanya menjadi penghafal saja, tapi menjadi generasi unggul yang membawa peurbahan di daerah masing-masing,” tambahnya.

Setiap tahunnya Ponpes Darul Istiqamah Maccopa Maros memberikan beasiswa Penghafal Alquran Super Intensif 6 bulan di Jakarta kepada santri yang memiliki minat dan bakat yang tinggi dalam mengkaji Al-qur’an. Program ini sukses melahirkan generasi qur’ani di Sulsel, sehingga 9 lembaga Islam turut mendukung.

“Alhamdulillah program ini disambut baik oleh berbagai lembaga Islam di Sulsel. Ini membuktikan Ponpes Darul Istiqamah sangat terbuka dengan lembaga keislaman lainnya yang ingin menyukseskan program ini,” tukasnya.

Dalam motivasi Qur’ani dihadapan ribuan santri Dr Majdah menuturkan, latar berlakang mengapa manusia harus kembali ke Alquran, dewasa ini masyarakat dunia dilanda kehidupan budaya kapitalisme, kita bisa melihat saat ini budaya keserakahan makin berkembang, mundurnya moralitas, jauh dari nilai-nilai Agama, pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh manusia, dan masih banyak lagi hal-hal negatif saat ini.

“Tentunya dari semua hal negatif ini, nilai-nilai Alquran harus menjadi solusi dan obat atas kemerosotan moral umat manusia dewasa ini. Yakinilah Allah SWT dalam Alqurannya telah menjanjikan bahwasanya Tuhan akan menurukan berkah dari langitnya, ketika kamu beriman dan bertakwa,”katanya.

Di sisi lain umat Islam Indonesia dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan. Sehingga ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain, bisa kita atasi dan tentunya Negara kita tidak akan dijajah lagi dari sisi perkembangan ilmu pengetahuan. (FO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top