Nurmal: Fitnah yang Menyebut Honor Kami Rp6 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Nurmal: Fitnah yang Menyebut Honor Kami Rp6 Miliar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Anggota tim pendamping SKPD Bidang Kinerja Nurmal Idrus, meminta agar polemik tim pendamping SKPD dihentikan. Menurutnya, Apa yang terjadi selama ini sudah tak sehat dan lebih mengarah pada fitnah.

“Ada yang mengatakan bahwa kami menerima gaji lebih Rp 80 juta per bulan. Hitungan dari mana itu. Alokasinya memang mungkin miliaran tapi yang akan kita peroleh tak akan sebesar itu. Sebab, program ini bukan proyek tetapi berupa jasa konsultansi yang akan dibayarkan oleh SKPD jika ada output pada pendampingan itu. Kita dibayar berdasarkan jam kunjungan, asisensi, membawa materi dan ada lapoan kinerja. Jika tak ada itu, maka tak bisa dibayarkan,” katanya.

Kenyataannya sampai akhir Oktober ini, Nurmal mengaku jumlah jam kunjungannya tak mencapai 100 jam kunjungan dari 15 SKPD yang menjadi tanggungjawabnya. “Contohnya saya. Dari 15 SKPD total jumlah jam asistensi, membawa materi dan laporan kinerja tak sampai 100 jam. Itu dikalikan 900 ribu per kunjungan dan itu yang saya terima selama bekerja tiap hari kerja di 15 SKPD selama 10 bulan ini. Angka alokasi anggarannya yang besar tapi yang akan diterima akan jauh di bawah itu,”ujarnya.

Dari jumlah itu, Nurmal juga harus mengongkosi puluhan surveyor yang melakukan survey untuk mengukur IKM tiap kecamatan yang dilakukan dua kali Juni dan Desember ini. “Biaya sekali survey itu hingga Rp 70 juta. Jadi hitung saja,” tambahnya.

Nurmal berencana untuk meminta kesempatan kepada DPRD Kota Makassar agar bisa datang dan memaparkan hasil kerja serta temuannya. “Beri saya kesempatan berbicara di depan para anggota dewan. Kewajiban saya bertanggungjawab kepada walikota, tapi kalau DPRD menginginkan saya akan datang berbicara memaparkan apa hasil progress pekerjaan saya,” tambahnya.

Nurmal mendukung jika anggaran untuk tim pendamping dihentikan di APBD Perubahan. “Yang di APBD pokok saja tak habis, mengapa mau bersusah payah tambah lagi di perubahan. Lebih baik anggaran itu untuk korban

Nurmal mendukung jika anggaran untuk tim pendamping dihentikan di APBD Perubahan. “Yang di APBD pokok saja tak habis, mengapa mau bersusah payah tambah lagi di perubahan. Lebih baik anggaran itu untuk korban kebakaran. Saya profesional dalam posisi ini dan berani mempertanggungjawabkan apa yang telah saya dan teman-teman lakukan di tim kinerja, baik secara hukum maupun politik,” tukasnya. (rilis)

Click to comment
To Top