Bawaslu Awasi Kinerja Panwaslu Barru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Bawaslu Awasi Kinerja Panwaslu Barru

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dugaan politik uang yang dilakukan kandidat tertentu di Barru mulai mendapat perhatian Bawaslu Sulsel. Itu setelah Panwaslu Barru diduga melakukan pembiaran pelanggaran pidana pemilu itu.

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi menegaskan, pihaknya akan segera mengecek dugaan politik uang tersebut dengan menanyakan langsung masalah itu ke Panwaslu Barru secepatnya. “Cek dulu ke Panwas siapa tahu sudah. Kalau belum, saya akan segera koordinasikan dengan Panwas Barru, “ ujar Arumahi di Makassar, Senin 2 November.

Menurut dia, setiap laporan masyarakat wajib ditindaklanjuti panwas. Sebab sesuai aturan, setiap laporan harus diterima dan diproses selama lima hari. Namun jika panwas terkesan mengabaikan, maka pelapor bisa mengadukan komisioner ke dewan kehormatan. “Saya kira panwas sudah tahu mengenai aturan.

Jika ada laporan lima hari, maka laporan tersebut mesti diputuskan apakah laporan tersebut layak disidangkan atau tidak. Jika tidak ditindaklanjuti artinya pelanggaran,” kata mantan wartawan Pedoman Rakyat tersebut.

 

[NEXT-FAJAR]

Seperti diberitakan, dugaan politik uang yang dilakukan salah satu kandidat, terungkap setelah rekaman suaranya beredar yang diduga dilakukan saat kampanye dialogis di salah satu pulau di Kecamatan Tanete Rilau, belum lama ini.

Dugaan politik uang, serta undian kupon umrah, sudah dilaporkan warga ke Panwaslu. Hanya saja, Panwaslu terkesan melakukan pembiaran, meski sudah ada bukti-bukti pendukung untuk kandidat yang bersangkutan.

Sebelumnya, Pengamat Hukum Mappinawang mengingatkan Panwaslu untuk tidak main-main dengan pelanggaran politik uang. Sebab, pelanggaran tersebut masuk kategori pidana pemilu yang bisa mendiskualifikasi kandidat jika terbukti.

Mantan ketua KPU Sulsel itu meminta Panwaslu tidak membiarkan pelanggaran seperti itu, melainkan menindaklanjuti dan melakukan investigasi mendalam. Sebab jika terkesan cuek, dampaknya laporan bisa menumpuk, dan Panwaslu bisa diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. (rilis)

 

loading...
Click to comment
To Top