Ismerda Lebang: Agar Disebut Manusia, Harus Jujur dan Cendekia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Ismerda Lebang: Agar Disebut Manusia, Harus Jujur dan Cendekia

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komjen Pol purn Ismerda Lebang menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam seminar sehari Polda Sulselbar, Senin 2 November. Kegiatan yang berlangsung di Balai Prajurit Jend M Yusuf tersebut tidak hanya dihadiri unsur kepolisian, tapi juga beberapa akademisi, budayawan, dan mahasiswa.

“Ada ungkapan, siapa pun yang tetap bergelut atau senang dengan seni budaya, maka secara alamiah akan terus bangkit. Hatinya lembut dan jiwanya tenang,” ujar Ismerda Lebang mengawali materi.

Berbicara tentang budaya Sulsel kata dia, maka tidak lepas dari jati diri empat suku, Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Perilaku dari sekelompok masyarakat yang katanya dimotori oleh mahasiswa, memengaruhi citra Sulsel. Stigma yang muncul membuat Makassar jadi negatif. “Penyampaian aspirasi di jalan banyak yang kontra produktif. Mereka justru membuat masyarakat tidak simpati. Ini jadi tugas bersama agar citra Sulsel lebih baik,” katanya.

Selama tiga tahun lebih, Ismerda menyusun buku setebal 600 halaman. Buku tersebut telah memaparkan budaya di Sulsel. “Siri’ dapat didefinisikan sebagai rasa malu. Juga dianggap sebagai budaya mengandung esensi nilai luhur. Hakikat inti bertitiksentral pada tau atau manusia,” imbuhnya.

Selama tiga tahun, dia menyoroti eksistensi manusia (tau). Mandar, Toraja, Makassar, dan Bugis selalu membahas tau. Agar disebut sebagai tau atau manusia yang memiliki karakter Sulsel yang kemudian muncul disebut siri, dia harus jujur. Kedua dia harus cendekia. Harus memiliki kepatutan. (Nursam/jai)

loading...
Click to comment
To Top