Silatnas Akhiri Dualisme Golkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Silatnas Akhiri Dualisme Golkar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Golkar tadi malam menjadi momen mengakhir dualisme. Kedatangan Wapres Jusuf Kalla bermakna penting. Dia disebut-sebut sebagai inisiator bersatunya dua kubu. Menurut JK, islah Golkar tinggal menunggu waktu.

JK menilai, sudah tidak ada lagi perbedaan prinsip antara kubu munas Bali dan kubu Ancol. ”Kita tidak lihat lagi pihak Bali atau Jakarta. Yang ada adalah satu. Kita mendukung penyelesaian-penyelesaian masalah teknis ke depan,” kata JK di hadapan puluhan kader partai beringin dari dua kubu di Kantor DPP Golkar tadi malam.

Mantan ketua umum Golkar itu punya cerita menarik. Suatu ketika, dia bertanya terkait solusi menyelesaikan dualisme Golkar. Menurut JK, meski terpecah, Golkar tetap kuat. ”Saya bilang, Golkar satu saja kuat, apalagi menjadi dua. Tapi, kalau jadi satu lagi, akan tambah kuat,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta silatnas.

Menurut dia, tugas partai ialah memakmurkan bangsa melalui kekuasaan di eksekutif dan legislatif. Kalau Golkar tidak ikut pilkada, partai akan rugi. Pernyataan JK itu mendorong kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono melakukan rekonsiliasi dengan mendeklarasikan islah parsial.

Agung mengatakan, jalan menuju islah semakin dekat. Misalnya, dua kubu sepakat menggunakan kantor DPP secara bersama. Meski begitu, format penyatuan belum mendapat titik temu.

Agung menegaskan, pihaknya mengedepankan perdamaian dengan melakukan langkah-langkah politik. Dia sudah melakukan pertemuan empat mata dengan Aburizal. ”Saya dan Pak Ical (Aburizal, Red) ada satu kali pertemuan. Nanti dilanjutkan pertemuan-pertemuan lain,” ujarnya.

Di sisi lain, Ical mengatakan bahwa konflik internal Golkar sudah mendapat kepastian hukum. ”Malam silatnas ini merupakan pengejawantahan sebagai satu partai bahwa kehadiran Partai Golkar bukan untuk diri sendiri,” kata Ical. (bay/c4/ca/JPG)

To Top