Terkesan Lamban Tangani Kasus Palabusa, Polda Sultra Didesak Supervisi Kinerja Polres Baubau – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Terkesan Lamban Tangani Kasus Palabusa, Polda Sultra Didesak Supervisi Kinerja Polres Baubau

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sampai saat ini belum ada perkembangan yang berarti terkait dengan penanganan kasus reklamasi pantai Palabusa yang menelan anggaran APBN sebesar Rp 9,4 miliar. Padahal, PT Sumber Hasil Utama selaku perusahaan telah dilaporkan kepada pihak Polres Baubau sejak 26 Agustus 2015 silam.

Dari hasil penelusuran, terbukti perusahan tersebut dalam menjalankan aktivitasnya belum mengantongi izin lingkungan, analisis dampak lingkungan (Amdal), UKL/UPL serta IMB yang menjadi suatu kewajiban. Alhasil, PT Sumber Hasil Utama terbukti melanggar UU.

Namun, dalam proses hukum yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Baubau menurut Dedi Ferianto selaku Tim Advokasi Petani Rumput Laut Palabusa menilai terkesan lamban dan menutup-nutupi kasus tersebut. Pasalnya, sejak laporan pelanggaran masuk ke Polres Baubau sampai detik ini belum ada perkembangan, padahal sudah jelas-jelas terbukti adanya pelanggaran dalam pekerjaan proyek tersebut.

“Soal penegakkan hukum di Polres Baubau kami meminta agar pihak Polres Baubau melakukan gelar perkara dalam rangka proses penegakkan hukum,” tegas Dedi yang ditemui awak media Fajar Online di Jakarta, Minggu (1/11) malam.

Jika hal itu tidak juga dilakukan oleh aparat Polres Baubau, pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Buton Raya (LBH BR) meminta kepada Polda Sultra untuk segera turun ke lapangan melakukan supervisi atas kinerja aparat Polres Baubau dalam penanganan kasus tindak pidana lingkungan.

“Ini kok waktu ditanya, alasannya dari pihak Reskrim Polres Baubau katanya kekurangan personil sumberdaya penyidik. Yah, kalau memang kurang kan bisa minta tambahan penyidik dari Polda. Saya kira inilah waktu yang tepat untuk Polda Sultra mengambil alih kasus ini,” pungkasnya.

[baca juga: Walikota Baubau Abaikan Surat Komnas HAM?]

“Terlebih lagi Komnas HAM sudah bersurat ke Walikota Baubau. Jadi semua pihak harus terlibat dalam penanganan kasus ini agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran HAM kedepan,” tandasya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top