Tolak Proyek IPA, Warga Duduki DPRD Polman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Tolak Proyek IPA, Warga Duduki DPRD Polman

FAJAR.CO.ID, POLEWALI — Penolakan masyarakat terhadap proyek pembangunan tampungan air baku embun atau bendungan jaringan baku ke instalasi pengelolaan air (IPA) dari Sungai Kurrak Desa Kurrak Kecamatan Tapango membuat sejumlah warga menduduki kantor DPRD Polman.

Massa yang jumlahnya puluhan itu mengelar aksi pendudukan kantor DPRD Polman dengan mendesak legislator menghentikan proyek air bersih tersebut yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III.

Proyek itu dianggapnya mengancam masyarakat Kecamatan Tapango dan Matakali. “Sedikitnya tiga ribu hektare lahan pertanian yang menjadi sumber utama dari sungai itu yang terancam kering,” ujar Koordinator Aliansi Peduli Petani Tapango dan Matakali, Arif.

Menurut Arif, jika proyek diteruskan sama saja membunuh petani. “Seperti kekurangan debit air, dan bisa picu konflik sosial dengan perebutan air , Juga bisa ciptakan pengaguran baru. Makanya kita menolak juga proyek itu, dan juga minta empat warga yang ditangkap dibebaskan,” katanya. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, aliansi akan terus menduduki kantor DPRD. “Kita juga lakukan rakyat mogok pajak,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin yang menemui massa aksi berjanji menfasilitasi mendialogkan aspirasi mereka. Namun warga meminta untuk tetap menduduki kantor DPRD.

Wakapolres Polman, Kompol Helda Prayitno di hadapan massa aksi bilang soal penahanan empat warga dikarenakan adanya unsur pidana. “Penahanan warga itu karena ada unsur pidananya,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga melakukan aksi, Rabu 21 Oktober yang berujung pada perusakan dan pembakaran pipa. Kompol Helda Prayitno terlihat masih terus bernegosiasi dengan warga agar kembali lagi besok, namun warga bersikukuh tetap melakukan pendudukan dan bermalam di gedung DPRD Polman. (Ilham Wasi/jai)

To Top