Mahasiswa Makassar Kecam Pengurus BEM yang Minta “Duit” di Polda Sulselbar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Mahasiswa Makassar Kecam Pengurus BEM yang Minta “Duit” di Polda Sulselbar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Sejumlah Mahasiswa Makassar mengecam tindakan yang dilakukan beberapa BEM di Makassar terkait permintaan sumbangan ke Kepolisian Daerah (Polda) SulSelbar.

Beberapa perwakilan BEM di Makassar diantaranya BEM Unismuh, BEM Universitas Indonesia Timur (UIT), BEM Universitas Islam Makassar (UIM) dan BEM STIMIK meminta bantuan transportasi dalam rangka pertemuan BEM Seluruh Indonesia di Yogyakarta.

Kapolda Sulselbar Pudji Hartanto memposting sebuah foto di diinding Facebooknya bersama sejumlah pengurus BEM. Pudji Hartanto yang menuliskan…. “maka kami siap memberikan fasilitas kendaraan sesuai kebutuhan nantinya…..”.

Rahmat Ardyansyah, Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) menilai tindakan yang dilakukan beberapa BEM kampus ini menodai esensi pergerakan mahasiswa, khususnya mahasiswa makassar yang selama ini terkenal idealis.

Menurut Rahmat, Pertemuan Nasional Mahasiswa yang digelar setiap sekali setahun ini hanya akan mengikis ideologi pergerakan mahasiswa. Pertemuan Nasional mahasiswa ini hanya kedok industrialisasi yang beriorentasi menjadi pekerjaan dan akan membungkam gerakan mahasiswa yang dulunya kritis.

[NEXT-FAJAR]

“Pergerakan mahasiswa tidak akan terbeli. Idealisme mahasiswa adalah roh yang tidak akan terkikis hanya senilai uang atau janji bantuan dan sumbangan sekalipun” tutur Rahmat.

Kecaman juga dilontarkan Ince Haidir Syawal, Mahasiswa dari Unismuh Makassar. Haidir menilai alasan tidak adanya transportasi ke pertemuan nasional tersebut di Yogyakarta tidak mendasar, sehingga harus memperdagangkan gerakan dan ideologi mahasiswa hanya senilai biaya transportasi ke tempat pertemuan tahunan itu. Pertemuan ini menurut Syawal sarat kepentingan politik birokrat untuk masuk dan mengintervensi gerakan mahasiswa.

“Kami lebih memilih berteman dengan pembangkang yang mempunyai prinsip normatif, ketimbang berteman dengan penjilat yang hanya mempunyai naluri untuk menjual” tegas Haidir.

Sementara itu Ketua Maperwa Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Sakinah, lebih mengajak kepada mahasiswa tidak ikut alur setting licik para penguasa yang justru mengambil keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan rakyat kecil.

[NEXT-FAJAR]

“Mahasiswa harus menunjukkan kepeduliannya dengan peka menangkap permasalahan  mendasar dr rakyat kecil dan berkomitmen memperjuangkan hak mereka bukan malah gampang disetir kesana kemari krn telah menerima suap dari penguasa” ujar Sakinah.

Mahasiswa adalah kaum muda yang berfikir, bersemangat, dan bergerak, sehingga tidak akan diragukan independensinya. Ideologi mahasiswa tidak akan terjual belikan.

“Mari satukan semangat mahasiswa yang tetap membara dan kritis,  gerakan mahasiswa yang menolak intervensi pengusaha,” jelasnya. (rls)

To Top