Dewan Ingin Ada Rumah UMKM di Taman Kota Kudus – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Dewan Ingin Ada Rumah UMKM di Taman Kota Kudus

KUDUS – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di samping barat gerbang Kudus Kota Kretek (K3) di Desa Tanggulangin, Kecamatan Jati, diupayakan untuk segera selesai dibangun. Bupati Kudus H Musthofa berharap agar RTH itu nantinya hanya taman kota dan rest area, tidak seperti yang direncanakan DinasCipta Karya dan Tata Ruang (Ciptakataru) yakni hutan kota.

”Jangan ada hutan kota. Cukup taman dan tempat beristirahat saja untuk menikmati gerbang itu,” kata Bupati beberapa waktu lalu.
Sementara Plt Kepala Dinas Ciptakataru, Sumiyatun SH, mengatakan pembuatan hutan kota di lokasi itu, akan tetap dilaksanakan. Termasuk juga taman yang ada di sekitarnya. Pembangunan hutan kota masih tetap berjalan seperti skema pada awalnya.
”Masih ada hutan kotanya. Namun tidak hutan yang penuh pepohonan. Melainkan yang biasa dengan taman yang digunakan sebagai rest area,” katanya.
Di lokasi tersebut, nantinya juga akan dibuat jembatan yang akan menghubungkan antara Gerbang K3 dengan rest area. Namun secara teknis, masih tetap dalam pembahasan.
Menanggapi hal ini, Ngateman SPd, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kudus, berharap di dalam rest area tersebut dibangun tempat untuk UMKM Kudus. Sehingga pengguna jalan yang istirahat kemudian berfoto di gerbang K3 bisa membeli oleh-oleh khas Kudus yang diproduksi oleh UMKM.
“ Saat ini kan Kudus saya liat sebagai kota yang kurang peduli dengan UMKM. Buktinya sampai sekarang tidak memiliki rumah UKM. Kalau ada lokasi yang tersentral, tentu produk-produk UKM Kudus akan mudah diakses pembeli ,” ujar Ngateman di Gedung DPRD Kudus, kemarin siang.
Ngateman berharap akan mendorong pendirian rumah UMKM Kudus di taman rest area itu melalui anggaran APBD 2016. Sehingga pada akhir tahun gedung sudah bisa berdiri.
“ Kita teman-teman Komisi B ingin mewujudkan aspirasi para UKM yang sedih melihat pembinaan di Kudus. Mereka kan sering ikut diklat di Provinsi kemudian diajak studi banding ke kota-kota lain. Untuk Kudus memang tidak perlu dibandingkan dengan Surabaya lah, terlalu jauh. Disana sudah maju sekali untuk mengurusi UKM. Informasi para UKM itu, Kudus dibandingkan dengan Purbalingga atau Kebumen sudah ketinggalan, ini sesama Jawa Tengah ,” terangnya.
Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan SE, yang berada di dekat Ngateman langsung memberikan dukungan ide Komisi B.
“ Kita ini kan wakil rakyat yang menyerap aspirasi masyarakat. Kalau memang itu program bagus dan membawa kemajuan untuk Kudus semakin sejahtera kenapa tidak kita dukung. Sayangnya ini masih belum jelas kapan APBD 2016 dibahas,” tukasnya.
Di tempat terpisah, Ketua Kudus Entrepeneur Club (KEC) Kudus M Sofyan Hadi berharap untuk rumah UMKM di rest Area bisa berdiri tahun 2016. Sedangkan untuk rumah UMKM di bagian timur Kabupaten Kudus baru bisa terlaksana tahun 2017.
“ Menurut pihak Disperindkop UMKM, tahun 2016 baru DED gedung UMKM di bekas lahan kawedanan Jekulo. Jadi baru bisa berdiri tahun 2017. Pihak dinas tidak berani melaksanakan di Perubahan APBD 2016 ,” kata M Sofyan Hadi. (sf)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top