Dinilai Salahi Perda, 25 Anggota Supeltas Disidangkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Dinilai Salahi Perda, 25 Anggota Supeltas Disidangkan

SEMARANG – Diduga melakukan pelanggaran, 25 anggota Sukarelawan Pembantu Pengatur Lalulintas (Supeltas) yang beroperasi di sejumlah persimpangan jalan di Kabupaten Semarang, diamankan petugas dari Satuan Bhayangkara (Sabhara) Polres Semarang. Supeltas yang notabenya merupakan binaan dari Satuan Polisi Lalulintas Polres Semarang, terpaksa harus mengikuti sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11).

Dipimpin hakim tunggal Eduart SH, petugas dari Satuan Sabhara Polres Semarang menyampaikan tuduhan anggota Supeltas yang terjaring razia yang diduga telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 10 ahun 2014 pasal 9 ayat 5 tentang larangan pengaturan lalulintas di persimpangan jalan oleh orang yang bukan petugas Satlantas.
“Anggota Supeltas tersebut ditangkap karena telah melanggar Perda No 10 tahun 2014 pasal 9 ayat 5 tentang larangan pengaturan lalulintas, disamping itu juga dianggap telah meresahkan masyarakat,” terang anggota Sabhara Polres Semarang, Bripka Suwarno saat berada di ruang sidang.
Saat sidang berlangsung, hampir seluruh Supeltas mengakui jika selama ini hanya melakukan pengaturan lalulintas saja. Mereka mengaku tidak paham jika ada aturan yang melarang terkait pengaturan jalan di luar Polisi Lalulintas.
Meski demikian Supeltas menolak dengan tegas jika telah melakukan tindakan meminta uang scara paksa kepada pengguna jalan. Meski demikan Hakim Eduart menilai jika apa yang telah dilakukan Supeltas melanggar perda sesuai dengan apa yang mereka tuduhkan. Oleh sebab itu Supeltas dikenakan denda yang harus dibayarkan kepada negara sebesar Rp 50 ribu kepada seluruh Supeltas.
“Kami tidak minta uang, sebab kami paham kegiatan kami ini dilaksanakan secara sukarela. Jika ada pengguna jalan yang memberi uang receh saat mengatur lalulintas kami terima, kami juga sudah mengikuti pendidikan kilat dari Satlantas Polres Semarang, jadi kami tau mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan saat menjalankan tugas di lapangan” ucap Supeltas, Agus.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Semarang, Iptu Yantoro mengatakan, selama ini memang Satlantas sudah melakukan pembinaan bagi anggota Supeltas. Tujuannya untuk melatih etika, sopan santun dan aturan berlalulintas. Selain itu meminta agar para Supeltas mengenakan seragam jika melakukan aktifitas.
“Hal ini sengaja kami lakukan agar mereka tertib, sebab kegiatannya juga sedikit banyak membantu kepolisian dan masyarakat. Kami juga telah memberikan imbauan agar saat menjalankan aktivitas menyeberangkan pengguna jalan, anggota Supeltas wajib mengenakan seragam rompi. Jika aturan tersebut masih ada yang melanggar, Kepolisian juga bisa melakukan penindakan,” ungkap Ipda Yantoro. (wis)

loading...
Click to comment
To Top