Pemkab Temanggung Berharap Agar Segera Ada Zonasi di Liyangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pemkab Temanggung Berharap Agar Segera Ada Zonasi di Liyangan

TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berharap agar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) segera melakukan zonasi situs Liyangan di Dusun Liyangan, Desa Purbosari. Zonasi sangat penting untuk mengembangan Liyangan menjadi obyek wisata budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Didik Nuryanta saat ditemui di ruang kerjanya Senin (2/11) kemarin, mengatakan kalau belum ada zonasi tentunya akan menghambat pemkab untuk segera mengembangan Liyangan, khususnya sebagai obyek wisata budaya.
“Contoh pembangunan museum, kan sudah kita rencanakan, namun karena belum ada zonasi jadinya pembangunan tersebut diundur. Takutnya kalau dibangun sekarang nantinya berada di zona yang tidak diperbolehkan, seperti zona penyangga,” katanya.
Zonasi yang dimaksud, sebut Didik, di situs Liyangan akan dibagi menjadi beberapa zona di antaranya, zona inti, penyangga, pendukung dan zona pengembangan. Setelah zona ini ditetapkan maka pemkab baru bisa bergerak.
“Entah itu mau membangun museum, tempat parkir, dan sarana penunjang lainnya, tetap harus menunggu penetapan zonasi, tidak boleh sembarangan,” tegasnya.
Sebab katanya, jika sebelum dilakukan zonasi tetap nekad melakukan pengembangan, maka tidak menutup kemungkinan bangunan yang didirikan berada di atas zona inti atau zona penyangga, padahal di kedua zona ini sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen.
Pemkab telah melakukan koordinasi kepada BPCB untuk penetapan zona tersebut. Rencananya zonasi akan dilakukan pada tahun 2016 mendatang. Tim dari Dirjen Kebudayaan kementrian pendidikan dan kebudayaan akan melakukan kajian tentang Liyangan.
“Ada sekitar 50 orang, ada yang dari Dirjen Kebudayaan, BPCB dan Ballar, mereka tidak melakukan eskavasi hanya kajian saja, itupun waktunya hanya sampai tanggal 6 November saja,” terangnya.
Kemungkinan kata Didik, dari hasil kajian yang dilakukan oleh beberapa tim itu, akan digunakan sebagai dasar penetapan zonasi di situs Liyangan.
Pihaknya sangat berharap, penetapan zonasi segera ditentukan, sehingga pemkab bisa segera melakukan pengembangan disekitar lokasi situs tersebut. Menurutnya, pemkab juga sudah berencana akan membangun museum di sekitar lokasi situs Liyangan, namun karena terbentur zonasi itu maka rencana pembangunan diundur.
“Anggaran sudah ada, pokoknya rencana sudah matang, tapi ya itu karena belum ada zonasi, pembangunan terpaksa ditunda, jika zonasi sudah ditetapkan Situs Liyangan bisa dikembangkan menjadi objek wisata budaya dan pendidikan yang sangat menarik,” ujarnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top