Soal Silatnas, Begini Suara Kader Muda Golkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Soal Silatnas, Begini Suara Kader Muda Golkar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Silaturahim Nasional (Silatnas) Golkar mendapat respons dari sejumah kader Golkar. Dinilai sebagai angin segar bagi laju politik Golkar ke depan. Konflik yang sudah berlangsung hampir setahun dan menyita demikian banyak energi, diharapkan berakhir lewat Silatnas dan melahirkan satu Golkar.

“Kami angkat topi untuk kepiawaian Pak Jusuf Kalla kembali menjadi epicentrum islah dan perdamaian. Harus diakui tidak mudah mendudukkan dua kelompok yang sudah bertikai hampir setahun ini. Kami sangat mengapresiasi dinamika di elite poltik ini,” terang pengurus DPP Golkar, Muhammad Risman Pasigai, Selasa 3 November 2015.

Hanya saja, lanjutnya, jika islah ini kemudian melahirkan kesepakatan-kesepakatan yang agak merugikan satu pihak, bisa jadi akan kembali berujuang konflik. Silatnas yang didaulat bersama oleh kedua pihak sebagai momentum islah jangan sampai terlalu menyenangkan satu pihak saja.

Jika islah terjadi, lalu ARB mengakomodasi semua permintaan kubu Agung Laksono seperti merehabilitasi semua kader yang sudah dipecat dan diaktifkan kembali, sangat berpotensi merusak soliditas orang-orang di belakang kubu ARB selama ini. “Kalau sampai semua keinginan kubu Agung Laksono diikuti, merugikan Golkar kubu ARB dan orang-orang yang ada di bawahnya,” tegasnya.

Islah ini, sambung dia, diharapkan bisa berimbang mengikuti proses hukum terakhir, di mana kubu ARB dimenangkan oleh MA.  “Tapi di lain pihak, jika kubu ARB kemudian rela mengabaikan kemenangan yang sudah di depan mata setelah putusan MA, hal itu sebenarnya menunjukkan sifat kenegarawanan ARB . Meski di lain pihak akan merugikan perjuangan orang di belakang ARB,”  sebut Risman lagi.

Kader Muda Golkar lainnya,  Sirajuddin Abdul Wahhab, menangkap kemungkinan silatnas belum bisa mengakhiri konflik secara total. Di panggung silatnas, Wasekjen DPP Golkar ini menangkap kubu-kubuan yang masih sangat kental. “Kami tidak menangkap ada pesan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie Hasil Munas Bali tentang adanya Munas bersama. Bertolak belakang dengan Agung Laksono yang dengan lugas mengatakan Munas bersama adalah solusi akhir dan final,” sambung Sekretaris DPP KNPI ini.

Wasekjen DPP Golkar ini juga menyanjung keberhasilan JK mendudukkan dua kubu ini. “Agenda terdekat harus mendapat prioritaskan saat ini. Salah satunya adalah pilkada serentak.  Semoga lewat kita bisa kembali membangun citra positif partai setelah satu tahun diterpa dualisme kepemimpinan,” harap dia.

Kader muda Partai Golkar juga mengapresiasi getolnya gerakan islah yang di lapangan dimotori sosok Nurdin Halid dan Yorrys. Keduanya menjadi figur pendombrak buntunya komunikasi kedua kubu. (hrm/ysd)

loading...
Click to comment
To Top