Tidak Suka Menjelek-jelekkan, Pertimbangan Warga ke AIS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Tidak Suka Menjelek-jelekkan, Pertimbangan Warga ke AIS

FAJAR.CO.ID, BARRU – Berhati-hatilah berbicara di depan publik. Sebab jika materinya kasar dan terkesan angkuh atau sombong, bisa jadi kandidat yang bersangkutan hanya menuai antipati dari masyarakat.

Gambaran itu mulai nampak di Pilkada Barru melihat dukungan masyarakat ke pasangan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS). Sebagian yang memberikan dukungan belakangan ini, salah satu pertimbangannya, karena kandidat perpaduan ahli pemerintahan itu, sopan dalam bertutur kata.

Pasca eks Srikandi Malkan Amin di Madello, Nurlela mengalihkan dukungan ke AIS, kini beberapa masyarakat di berbagai wilayah ikut memberikan testimoni menyatakan sikap berada dibarisan pasangan nomor urut 3 itu.

Alis, warga di Tanete Rilau misalnya, mengaku memilih berada dibarisan AIS, karena pasangan yang punya pengalaman pemerintahan itu sangat menjunjung adat ketimuran yang tidak suka menjelek-jelekkan lawannya, dan tidak menganggap hanya dirinya paling hebat.

“Itu tipe pemimpin yang kami inginkan. Menghargai rakyat, dan tidak suka mengumbar kebencian, apalagi sampai mau menjelek-jelekkan kandidat lain. Saya simpati atas sikap beliau,” kata Alis yang kini sudah menjadi relawan AIS, Selasa 3 November.

Pernyataan sama diungkapkan warga di Kecamatan Tanete Riaja, Hamsiah. Menurutnya, baik Idris maupun Suardi selalu menghargai orang, meski yang bersangkutan tidak mendukungnya di Pilkada Barru.

“Itu alasan saya kenapa mau mendukung Idris-Suardi, karena beliau memang merakyat dan santun dalam berbicara. De namakassara (tidak kasar, red.),” tambah Hamsiah, belum lama ini.

Sementara masyarakat di Soppeng Riaja, Suwadi menilai, semenjak Idris-Suardi maju berpasangan, belum sekalipun ia mendengar kalimat kasar atau cacian keluar dari mulut pasangan bertagline “Bekerja untuk Rakyat” tersebut.

“Baik Pak Idris maupun Pak Suardi, benar-benar hanya memperkenalkan dan menjual apa yang menjadi gagasan atau programnya. Tidak pernah terdengar mencelah program lain. Begitu juga tidak suka umbar-umbar kekayaan, dan menganggap remeh masyarakat,” tandas Suwadi.

Masyarakat di Kecamatan Barru, Andi Jaya ikut memberi pujian terhadap kesantunan dan kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan  AIS, sekalipun mereka terus dijelek-jelekkan atau di fitnah kandidat lain. “Kami sangat respek terhadap kesabarannya, dan selalu mengingatkan masyarakat jangan mudah terprovokasi,” pungkas Jaya. (*/wik)

loading...
Click to comment
To Top