Warga Blokade Jalan TPA Blondo, Aktivitas Truk Sampah Terhenti Total – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Warga Blokade Jalan TPA Blondo, Aktivitas Truk Sampah Terhenti Total

SEMARANG – Lantaran dianggap telah melakukan pencemaran udara, puluhan warga dari Dusun Deres, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang beramai-ramai memblokade jalan masuk Tempat Pembuangan Akir (TPA) sampah Blondo, Senin (2/11). Akibat blokade jalan tersebut, belasan truk sampah yang biasa hilir mudik untuk membuang sampah terhenti total.

Aksi blokade jalan yang dilakukan warga tersebut ditengarai adanya tuntutan yang selama ini tidak digubris oleh Pemerintah Kabupaten Semarang. Mereka menuntut dilakukan pelebaran akses jalan menuju TPA Blondo. Mereka menganggap bahwa kondisi jalan tidak layak untuk dilewati, lantaran terlalu sempit dan sangat membahayakan bagi pengguna kendaraan yang lain.
Bukan hanya itu saja, warga juga meminta agar saluran irigasi serta lahan pertanian warga yang rusak akibat tertimbun sampah segera dilakukan pengerukan sampah. Akibatnya lahan seluas 2 hektar lahan pertanian warga tidak bisa ditanami.
Menurut salah seorang warga, Purwanto (52), selama ini tidak sedikit masyarakat yang bermukim di sekitaran TPA Blondo mengeluh sakit lantaran terkena imbas pencemaran udara TPA Blondo. Oleh sebab itu warga juga menuntut tunjangan kesehatan kepada Pemerintah Kabupaten Semarang.
“Sebenarnya tuntutan warga sudah kita sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Semarang dan itu sudah lama sekali, kesannya tidak ada tanggapan serius. Maka dari itu kami sepakat untuk menutup akses masuk truksampah menuju ke TPA Blondo. Ini merupakan langkah terakhir kami untuk memperjuangkan hak-hak warga di sekitar TPA,” ujar Purwanto.
Ungkapan senada juga dilontarkan oleh Mukminin, bahwa dirinya mengangaggap Pemerintah Kabupaten Semarang memandang sebelah mata warga yang berada di lokasi TPA Blondo. Dirinya mengaku sudah pernah dilakukan mediasi, namun tidak ada penyelesaiannya.
“Upaya sudah kami lakukan kepada pihak pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah Kabupaten. Namun tidak ada tanggapan sama sekali, hingga terjadilah aksi blokir jalan ini,” tegas Mukminin.
Kasi Trantib, Kecamatan Bawen, Kristyanto mengatakan, bahwa antara warga dengan pihak Kecamatan Bawen sudah pernah dilakukan audensi, dan hasil dari audensi tersebut akan diteruskan kepada intansi terkait. “Dalam audiensi sudah disampaikan bahwa pelebaran jalan akan dilakukan tahun 2016 mendatang. (wis)

loading...
Click to comment
To Top