Amirul Tamim: Yuddy Tak Layak Jadi Menteri! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Amirul Tamim: Yuddy Tak Layak Jadi Menteri!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi II DPR RI asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Amirul Tamim mengecam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi yang membatalkan pengangkatan 440 ribu honorer K2 secara bertahap mulai 2016 mendatang.

Yuddy sebelumnya membeberkan alasannya membatalkan pengangkatan honorer K2. Dikatakan, penyebabnya, karena dukungan politik dari anggota DPR untuk proses pengangkatan tenaga honorer K2 ternyata tidak berdampak pada ketersediaan anggaran. Alhasil, pengangkatan tenaga honorer itu terbentur anggaran.

“Jangankan untuk anggaran gaji, duit untuk proses pengangkatannya saja tidak ada di dalam postur APBN 2016. Kita minta tambahan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk proses verifikasi-validasi dan untuk proses rekrutmen saja juga tidak dapat,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menanggapi sikap Yuddy, Amirul menegaskan keputusan yang diambil oleh Menteri Yuddy dinilai sangat fatal sebab melanggar janji yang ia ikrarkan sendiri di hadapan ribuan honrer dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat dengar pendapat bersama komisi II.

Oleh sebab itu, kata mantan Walikota Baubau dua periode itu, pemimpin seperti itu tak layak menjadi seorang pemimpin apalagi menjadi seorang menteri yang tugasnya tak hanya memerintah, tetapi juga sebagai suri tauladan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

[baca juga: Ini Alasan Pemerintah Batalkan Pengangkatan Honorer K2]

“Keputusan inkonsisten Menteri Yuddy sangat disayangkan. Dan tidak mencerminkan seorang pemimpin. Sehingga ia seharusnya tidak layak menjadi seorang Menteri. Kalau hanya pandai umbar janji ” ujar Amirul seperti yang dilansir kendariNews,com, Selasa (03/11).

Amirul menambahkan, berdasarkan hasil rapat dengan menteri Yuddy bersama Komisi II DPR RI sebelumnya itu telah disepakati menyelesaikan honorer K2 hingga 2019 mendatang. “Terkait kendala anggaran nanti diusulkan melalui APBNP 2016,” tandasnya. (hadrian indra mapa/hrm)

loading...
Click to comment
To Top