Pilkada Serentak Bagai Mengurus Lahan Gambut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Pilkada Serentak Bagai Mengurus Lahan Gambut

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peneliti Kajian Konflik Universitas Indonesia Ichsan Malik meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) membuat deteksi ekskalasi konflik menjelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang akan berlangsung 9 Desember 2015. Itu efektif untuk meminimalisir gaduhnya keberlangsungan pilkada.

“Perlu deteksi ekskalasi konflik. Mana saja wilayah merah, kuning, hijau. Sudah harus dibuat petanya paling enggak sama KPU dan Panwaslu. Jangan dibiarkan saja,” ujarnya di Hotel Mercury, Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Institut Titian Perdamaian itu, banyak wilayah di Indonesia yang sangat rentan untuk dimobilisasi. Biasanya,wilayah tersebut berada di daerah yang bersifat homogen. Dalam artian hanya ada satu atau dua partai politik (parpol) yang menguasai wilayah itu. Nah, potensi konflik akan cenderung terjadi.

“Kita waspadai di beberapa wilayah yang satu dua partai kuat, kecenderungan konflik tinggi. Semakin balance of powernya kuat (banyak parpol) dia tidak mudah konflik. Tapi peta ini belum ada,” keluhnya

‎Rentannya mobilisasi di wilayah tersebut juga didasari atas kurangnya masyarakat akan kesadaran politik. “Jadi, ketika ada trigger‎ memobilisasi, bisa dicegah. Kalau terlambat mendeteksi dan gak punya peta wilayah, akan ada konflik di wilayah itu,” sebut dia.

‎Lalu, apakah Pilkada serentak pertama dalam sejarah Indonesia ini akan sukses? Ichsan mengaku pesimis jika melihat persiapan penyelenggara pilkada yang belum matang seperti itu. Ditambah lagi masyaralat yang belum melek terhadap politik.

“Kita belum pernah lakukan pilkada serentak. Kondisi politik juga belum pulih. Belum pernah punya pengalaman cukup. Sama seperti mengurus gambut. Ini pilkada serentak. Sekerasnya kita himbau KPU dan Panwaslu punya peta wilayah yang ada peta konfliknya,” tukasnya.  (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top