Belasan Anak Panti di Batam dapat Tindakan Asusila – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Belasan Anak Panti di Batam dapat Tindakan Asusila

FAJAR.CO.ID, BATAM – Penyelidikan Polda Kepri mengungkapkan sesuatu yang mencengangkan. Kehidupan di dalam Panti Asuhan Khairunissa sangat liar. Anak-anak panti mengalami perlakuan tindak asusila. Lalu anak-anak ini dipertontonkan hal-hal ini tiap harinya. Sehingga ada anak berumur dua tahun, sudah melakukan penyimpangan prilaku.

“Kehidupan di sana, benar-benar liar,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP, Edi Santoso saat ditemui Batampos, Rabu (4/11).

Ia mengungkapkan kasus pelecehan seksual, tak hanya dialami enam orang bocah laki-laki berusia rata-rata di bawah sepuluh tahun saja. Namun juga dialami oleh salah satu anak perempuan berusia tujuh tahun. Bocah ini mendapat perlakuan yang tak menyenangkan dari anak berusia dua tahun.

Dugaan penyidik atas penyimpangan prilaku bocah berusia dua tahun ini, akibat diperlihatkan hal-hal tindak asusila. Sehingga anak tersebut menirukan prilaku tersebut. Bukti adanya tindak pelecehan seksual dialami bocah perempuan ini, dikuatkan dari hasil forensik. “Untuk hal ini, kami melibatkan psikolog,” ujar Edi.

Belasan anak panti ini, juga tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka tidak sekolah. Dari lima belas anak panti, hanya dua orang saja mengecap pendidikan sekolah dasar. Tak adanya pendidikan yang layak, membuat anak-anak itu melakukan tindakan yang tak terpuji.

Edi mengungkapkan anak-anak panti yang dititipkan di salah satu LKSA Permate, melakukan tindakan asusila tersebut. Mereka mempraktikkannya, dan dilihat oleh anak-anak LKSA yang lainnya. “Saya dapat informasi, anak Panti Khairunisa melakukan tindakan itu di sana (LKSA Permate),” ucapnya.

Mengenai kasus Ev, pengelola dan pemilik Panti Asuhan Khairunissa, ia mengatakan dalam minggu ini akan mengirimkan berkasnya ke kejaksaan. “Minggu ini tahap satunya,” ujarnya.

Setelah berkas tersebut diserahkan, penyidik akan beralih fokus pada kasus lainnya yang ada di Panti Asuhan Khairunissa. “Kami akan dalami kasus pelecehana seksual, dugaaan ekploitasi anak dan kematian anak dibawah umur yang terjadi di sana pada tahun 2013,” pungkasnya.(ska/JPG)

loading...
Click to comment
To Top